Risiko Utang Indonesia Naik Rp 276 Triliun Selama 8 Bulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Walau utang pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun, Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengklaim utangnya masih di level sehat. Hanya saja, tidak ada salahnya jika pemerintah tetap waspada, karena sejumlah indikator risiko utang telah naik. Kenaikan risiko utang ini terlihat dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu yang mencatat risiko tingkat bunga naik. Refixing interest rate risk naik menjadi 19�ri sebelumnya 18,7%. Lalu, debt maturity 1 tahun meningkat dari 8,8% menjadi 9,4%. Untuk debt maturity jangka 3 tahun naik dari 23,6% menjadi 23,9%. Debt maturity jangka waktu 5 tahun naik dari 38,9% menjadi 39,2%. Total outstanding utang pemerintah pusat naik Rp 45,81 triliun menjadi Rp 3.825,79 triliun sampai dengan Agustus 2017 dibanding posisi Juli sebelumnya. Sepanjang Januari-Agustus ini, pemerintah telah menambah utang sebesar Rp 276,62 triliun. Dikutip dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (25/9/2017), total utang pemerintah Indonesia hingga Agustus ini mencapai Rp 3.825,79 triliun atau naik Rp 45,81 triliun dari realisasi Juli 2017 yang sebesar Rp 3.779,98 triliun. Penambahan utang neto Rp 45,81 triliun selama sebulan, berasal dari penarikan pinjaman sebesar Rp 2,87 triliun (neto) dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 42,94 triliun (neto). Kenaikan risiko ini terjadi seiring dengan kenaikan utang pemerintah yang hingga Agustus 2017 mencapai Rp 3.825,79 triliun. Jumlah itu bertambah Rp 45,81 triliun dibanding bulan sebelumnya. "Dalam pengelolaan risiko utang, pemerintah senantiasa melakukannya dengan hati-hati dan terukur, termasuk menjaga risiko pembiayaan kembali, risiko tingkat bunga, dan risiko nilai tukar dalam posisi yang terkendali," bunyi keterangan tertulis DJPPR Kemkeu, akhir pekan lalu. Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, meski risiko utang masih terhitung aman, namun pemerintah harus mengetatkan pengeluaran tahun depan. "Untuk debt maturity jatuh tempo satu tahun semakin besar, berarti tahun depan ada banyak utang yang harus dibayarkan. Jika banyak bayar utang, berarti harus diatur defisit anggarannya hingga ke pengeluarannya," ujar Lana. Pemerintah juga harus mewaspadai kenaikan pada debt maturity jangka waktu 5 tahun. Sebab bila dibandingkan dengan periode akhir 2016, terjadi penambahan sebesar 3,2%. "Untuk utang jatuh tempo 5 tahun, sebagian besar pemiliknya adalah asing dan ada potensi asing akan keluar serta isu global tentang potensi suku bunga yang cenderung naik karena The Fed berencana menurunkan neracanya. Jadi, harus dipertimbangkan yang satu ini," tandas Lana. Untuk kenaikan interest rate risk, Lana berpendapat masih wajar. Kenaikan ini mengikuti obligasi pemerintah Amerika Serikat yang memiliki rating risk free AAA (triple A) sementara Indonesia baru BBB- (triple B minus) dan suku bunga obligasi di AS saat ini sedang mengalami peningkatan. "Jika ingin interest rate turun, maka rating utang kita dari S&P dan Fitch Ratings harus naik lagi ke depan," katanya. sd
Tag :

Berita Terbaru

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI : Kemenangan Rachel/Febi membuat kedudukan Indonesia vs Taiwan imbang menjadi 2-2, semalam. Saat berita ini dibuat, partai kelima, di mana Ester …

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

SURABAYAPAGI :  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan industri substitusi impor khususnya di sektor farmasi, demi mengurangi …

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memperbaiki semua perlintasan KA. Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan…

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden RI Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).…

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Tabrakan Maut antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute, Diduga Disebabkan Taksi Listrik yang Mogok di Lintasan KA…

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut…