PM Palestina Rapat Kabinet di Jalur Gaza

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ini adalah pertama kalinya Perdana Menteri Palestina, Rami Hamdallah menggelar rapat kabinet di Jalur Gaza sejak November tiga tahun lalu. Dia menyatakan sejumlah komite sudah dibentuk buat mengurus bermacam persoalan, seperti aturan pelintas batas dan soal pegawai negeri Palestina di Jalur Gaza. PALESTINA, Mohammed Jaber. Proses penyatuan kembali dua faksi bertikai di Palestina, Fatah dan Hamas, terus bergulir. Hamdallah, mendatangi Jalur Gaza dan memimpin rapat kabinet gabungan, menandai niat baik kedua organisasi itu buat berdamai. "Kami berada di sini membuka lembaran baru, buat mengembalikan tujuan nasional ke arah yang benar dan demi berdirinya negara Palestina," kata Hamdallah, seperti dilansir dari laman Al Jazeera. September lalu, Hamas menyetujui permintaan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, supaya membubarkan pemerintahan tandingan di Jalur Gaza. Mereka juga menyatakan siap jika dilakukan pemilihan umum dan perundingan demi terbentuknya pemerintahan tunggal. Jika hal ini terjadi, maka diharapkan bakal mengakhiri perseteruan selama satu dekade antara Fatah dan Hamas, dan penyatuan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang kini dipisahkan oleh wilayah pemukiman ilegal Israel. Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, beralasan kalau niat perdamaian ini adalah kehendak rakyat Palestina. Dia menyatakan keputusan Hamas membubarkan pemerintahan di Gaza adalah keputusan penting demi rekonsiliasi yang utuh. "Hamas meminta supaya kehendak dan penderitaan rakyat Palestina dibahas dalam rapat kabinet. Kedua pihak kali ini serius ingin berdamai demi pemerintahan tunggal," kata Hazem. Meski demikian, banyak keraguan meliputi upaya perdamaian Hamas dan Fatah. Sebab, keduanya sudah berulang kali menapaki jalan yang sama tetapi gagal mencapai kesepakatan. Sebab, meski Hamas menyerahkan pemerintahan sipil kepada Otoritas Palestina, tetapi mereka berkeras tetap mengurus soal pertahanan dan keamanan. Sebab, selama ini Hamas membentuk pemerintah tandingan di Jalur Gaza karena mereka kalah dari Fatah dalam pemilihan legislatif sepuluh tahun lalu. Hamas lantas terlibat konflik berdarah dengan Fatah, dan akibatnya Fatah menyingkir dari Jalur Gaza. Usaha perdamaian terakhir terjadi pada 2014, tetapi gagal lantaran Israel menyerbu Jalur Gaza selama 51 hari. Prinsip Hamas yang keras dan enggan berkompromi dengan Israel juga dianggap menjadi sandungan dalam rekonsiliasi. Sebab, Otoritas Palestina memilih bersahabat dengan Negeri Zionis itu sesuai dengan Perjanjian Oslo diteken pada 1993 dan 1995, oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel. 02
Tag :

Berita Terbaru

Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri

Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri

Kamis, 19 Feb 2026 14:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Saat berlibur di kawasan Malang, para wisatawan wajib berkunjung ke destinasi wisata alam Pantai Parang Dowo yang terletak di…

Kebakaran Hanguskan Toko Kelontong di Kebonsari, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Kebakaran Hanguskan Toko Kelontong di Kebonsari, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Kamis, 19 Feb 2026 14:36 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 14:36 WIB

‎SURABAYA PAGI, Madiun – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah toko (ruko) kelontong milik warga di Dusun Sidorejo, Desa Sidorejo RT 11 RW 05, Kecamatan Ke…

Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat

Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat

Kamis, 19 Feb 2026 14:30 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kawasaki resmi meluncurkan KLE500 di Thailand yang hadir dengan balutan warna Metallic Carbon Gray/Ebony, KLE500 diposisikan…

Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat

Kamis, 19 Feb 2026 12:30 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan asal Jepang, Toyota baru-baru ini kembali berhadapan dengan persoalan hukum di Amerika Serikat (AS) yang digugat melalui…

Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin

Kamis, 19 Feb 2026 12:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebuah SUV offroad milik Hongqi baru-baru ini yang masih disamarkan tertangkap kamera tengah melakukan uji coba di musim dingin.…

Dibanderol Rp105 Juta, MPV Nissan Gravite Sasar Segmen Keluarga dengan Harga Terjangkau

Dibanderol Rp105 Juta, MPV Nissan Gravite Sasar Segmen Keluarga dengan Harga Terjangkau

Kamis, 19 Feb 2026 12:17 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nissan Motor India resmi meluncurkan Nissan Gravite yang diposisikan sebagai MPV 7 tempat duduk tiga baris yang menyasar segmen…