Anggaran Puluhan Miliar, Perbaikan Jalan Baik di Ponorogo Hanya Bertambah 2,5 Hingga 4 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Ponorogo berswadaya secara mandiri memperbaiki jalan rusak di daerahnya.( dok)
Warga Ponorogo berswadaya secara mandiri memperbaiki jalan rusak di daerahnya.( dok)

i

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengalokasikan anggaran jumbo berkisar Rp 80 hingga Rp 90 miliar untuk proyek perbaikan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Namun, suntikan dana puluhan miliar tersebut dinilai belum mampu mendongkrak status kelayakan jalan secara signifikan, lantaran penambahan kondisi jalan baik di bumi reog diprediksi hanya bertambah 2,5 hingga 4 persen.

Berdasarkan data teknis Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Ponorogo, total jalan daerah di wilayah ini mencapai 1.926,10 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen atau sepanjang 770,44 kilometer di antaranya dilaporkan dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat.

Dengan estimasi anggaran yang ada, Pemkab Ponorogo diproyeksikan hanya mampu mengonversi sekitar 48 hingga 77 kilometer jalan rusak menjadi kondisi mantap (baik) pada tahun ini. Anggaran tersebut didistribusikan ke dalam sekitar 30 paket lelang konsolidasi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Meskipun menyasar puluhan titik, Kepala DPU PKP Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, mengakui dampaknya terhadap persentase total kemantapan jalan daerah belum terlalu drastis.

"Kira-kira kita akan nambah jalan dalam kondisi baik itu antara 2,5 sampai 4 persen,”ujarnya, Rabu (15/06/2026).

Menurut Jamus, rendahnya lompatan persentase kemantapan jalan ini terjadi karena penanganan masih diprioritaskan pada klasifikasi jalan kabupaten, sesuai dengan indikator penilaian kemantapan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Target peningkatan ini juga diperberat oleh lonjakan harga aspal global hingga 20 persen di tahun 2026 yang sempat memaksa dinas melakukan hitung ulang Rencana Anggaran Biaya (RAB) agar volume pekerjaan tidak terpangkas terlalu dalam.

Di sisi lain, publik sempat menyoroti lambatnya eksekusi infrastruktur menyusul besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) pada tahun-tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp 90-an miliar. 

Menanggapi kritik tersebut, Jamus meluruskan bahwa mandeknya anggaran itu bukan karena kelalaian dinas, melainkan dampak dari tidak cairnya dana pinjaman daerah, padahal sejumlah programnya telah selesai direncanakan bahkan dilelang.

"Akhirnya kan menjadi SiLPA karena programnya sudah ada, cuma tidak bisa kita eksekusi. Jadi bukan kok masalah kemudian kita tidak melakukannya," sanggah Jamus.

Hingga saat ini, DPU PKP Ponorogo baru menandatangani empat kontrak pengerjaan jalan utama yang bersumber dari DAK, meliputi ruas Mbadegan–Tulung, Keniten–perbatasan Magetan, Pulung–Pudak, dan Selur–Wonodadi (Mbagong–Koni) di Ngrayun. DPU PKP menargetkan pengerjaan fisik dapat segera dimulai paling lambat 15 hari setelah tahap Pre-Construction Meeting (PCM) selesai dilaksanakan.

Sementara untuk dua paket konsolidasi jalur padat perkotaan seperti ruas Jalan Gajah Mada, Basuki Rahmat, dan Suromenggolo pemkab memilih menggunakan mekanisme e-Katalog versi 6 agar proses penunjukan penyedia jasa berjalan lebih cepat dibanding lelang konvensional. Pemkab menargetkan seluruh proyek fisik ini dapat rampung sebelum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) digulirkan, guna mengevaluasi sisa jalan rusak yang akan dibawa ke prioritas pembangunan 2027. roh

Berita Terbaru

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…

Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Prioritas

Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Prioritas

Kamis, 03 Sep 2026 16:15 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyusun Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026…