Penghormatan Terakhir untuk Raja Bhumibol

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ribuan orang berjejer di jalan-jalan di kawasan bersejarah Bangkok dekat Sungai Chao Phraya untuk memasuki istana pada hari Kamis (05/10). Ini adalah hari terakhir untuk melihat raja sebelum kremasi kerajaan pada 26 Oktober. BANGKOK, M. Burhanudin. Hampir 12 juta orang, atau hampir seperenam penduduk Thailand, telah mengunjungi Istana Agung yang berkilauan di Bangkok untuk memberi penghormatan kepada almarhum Raja Bhumibol Adulyadej sejak dia meninggal Oktober tahun lalu. Demikian pernyataan yang dikeluarkan pihak Istana. Beberapa pejabat mengatakan antrean membentang lebih dari 2 km. Kebanyakan dari mereka sudah mengantre sejak Rabu kemarin. "Saya sudah berada di sini sejak jam 6 sore dan saya akan memberikan penghormatan pada jam 7 pagi. Kami kehujanan pada malam terakhir tapi ini adalah suatu keharusan - kita harus menghormati ayah kita," kata Tossapon Thongmak (33), seorang penduduk Bangkok seperti dikutip dari Reuters. Raja Bhumibol meninggal pada bulan Oktober lalu dalam usia 88 tahun dan tubuhnya telah diletakkan di sebuah balai emas di istana. Dia secara luas dipandang sebagai figur ayah dan dianggap sebagai petunjuk arah moral bangsa selama berpuluh-puluh tahun mengalami turbulensi politik termasuk beberapa kudeta, demonstrasi jalanan berdarah dan krisis keuangan di seluruh wilayah 1997/98. Dia digantikan pada bulan Desember oleh anak laki-laki satu-satunya, Raja Maha Vajiralongkorn, yang dikenal sebagai Rama X, yang sejak saat itu mengontrol guncangan di istana untuk mendapatkan otoritas yang lebih besar. Pemakaman kerajaan akan menjadi perpaduan antara upacara keagamaan Budha dan ritual Hindu Brahmin. "Ini adalah pertama kalinya banyak orang Thailand menyaksikan pemakaman kerajaan untuk seorang raja. Jadi keagungan, keindahan, dan ketabahan setiap orang yang terlibat dalam persiapan adalah pengalaman baru bagi semua," ujar Tonthong Chandransu, seorang pejabat hubungan masyarakat untuk komite organisasi pemakaman dan pakar monarki Thailand. "Dari arsitektur, keahlian, berbagai persiapan dan detail bagusnya, saya belum pernah melihat dedikasi semacam ini," sambungnya. Pembina telah bekerja selama berbulan-bulan di sebuah krematorium kerajaan yang dibangun dari awal dengan mereka yang belum berpengalaman di depan istana. "Waktu dibutuhkan untuk membangun surga, berdasarkan sistem imajinasi dan kepercayaan yang memadukan agama Buddha dengan tradisi Hindu Brahmana yang penting dalam masyarakat Thailand," kata Tonthong. Pihak istana mengatakan bahwa mereka mengharapkan 250 ribu pelayat untuk menghadiri kremasi kerajaan tersebut. Badan pariwisata Thailand telah meminta wisatawan untuk menghormati sensitivitas Thailand selama apa yang disebut sebagai waktu yang emosional. 03
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…