Tradisi Pancung Perempuan di Afsel Untuk Ritual

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sibonakaliso Mbili (34), seorang dukun dari provinsi KwaZulu-Natal pesisir, menjanjikan empat pemuda USD 153 ribu untuk membawakannya kepala ras kulit putih, ras campuran atau wanita India. Ia juga mengatakan akan lebih mudah membawa kepala pekerja seks, dalam sidang yang dihelat di Pengadilan Tinggi Durban. DURBAN, Abeni Akanke. Seorang dukun di Afrika Selatan dihukum seumur hidup karena telah memerintahkan pembunuhan dan pemancungan terhadap seorang ibu dari India. Rencananya, kepala korban akan digunakan untuk kepentingan ritual. Pemuda tersebut berhasil memikat seorang PSK, Desiree Murugan, ke lapangan olahraga di luar Durban pada tahun 2014, setelah dilaporkan membayar 100 rand untuk seks. Rincian yang mengerikan menunjukkan bahwa korban ditikam lebih dari 190 kali sebelum tiga remaja memotong kepalanya, dan membawanya ke Mbili. Dukun itu kemudian memotong kepala Murugan menjadi potongan-potongan kecil dan menguburkannya di sekitar halaman rumahnya. "Dia menggunakan pengaruhnya sebagai sangoma (dukun) dengan menjanjikan (remaja) muthi (obat) yang akan membuat mereka tidak terlihat oleh polisi. Saya setuju dengan Negara Bagian bahwa tidak ada keadaan yang substansial dan mendesak yang akan membuat pengadilan menyimpang dari hukuman maksimum yang ditentukan," kata Hakim Thoba Poyo-Dlwati sebelum memberikan putusannya, seperti dikutip dari Russia Today. Salah satu remaja, Falakhe Khumalo, yang sebelumnya mengaku melakukan pembunuhan tersebut, saat ini menjalani hukuman seumur hidup sementara kaki tangannya Jimmy Thelejala dan Mlungisi Ndlovu keduanya dihukum waktu 15 tahun. Pemuda keempat, Mbali Magwala, hanya dihukum 12 tahun karena meskipun dia membantu memikat korban, dia tidak ambil bagian dalam pembunuhan. Dalam vonisnya, Hakim Poyo-Dlwati mengatakan bahwa dia berharap ini akan membantu mencegah penculikan pembunuhan lainnya. "Tidak masalah keyakinan Anda, jangan menginjak-injak hak hidup manusia lain," cetusnya. Pembunuhan Murugan sebelumnya telah dikutuk oleh Asosiasi Dukun Tradisional Afrika Selatan karena memberi nama buruk kepada profesi mereka. Membunuh orang untuk menggunakan bagian tubuh mereka dalam ritual tradisional atau sihir adalah praktik yang masih berlangsung di beberapa wilayah Afrika bagian selatan dan timur, terutama Tanzania, Malawi dan Mozambik. Albino sangat rentan, karena diyakini memiliki sifat magis dan bisa membawa keberuntungan, dengan geng penculik 'pemburu albino' dan membantai mereka untuk tujuan yang tepat ini. 07
Tag :

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …