21 Anak Belajar Kepemimpinan untuk Jadi Calon Menteri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Program Sehari Menjadi Menteri diikuti 21 anak dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum menjadi menteri, anak-anak usia 15 sampai 19 ini belajar tentang kepemimpinan. Sehari Jadi Menteri kali ini mengambil tema tentang perkawinan usia anak. Salah satu peserta akan dipilih menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan yang lainnya menepati posisi lain di Kementerian tersebut selama satu hari pada Rabu, 11 Oktober 2017, tepat di Hari Anak Perempuan Internasional. Rendah hati, bijaksana, berwibawa, mengayomi adalah jawaban ketika Difa, Dini, Tessa, dan Putri ditanya satu kata yang menggambarkan karakter seorang pemimpin. "Menjadi pemimpin harus humble, karena pemimpin harus mampu memimpin anggotanya untuk bekerja sama. Walau tegas, seorang pemimpin harus tetap humble," ujar Difa. Peserta bernama Dini memilih bijaksana, sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin. Menurut dia, ujung-ujungnya seorang pemimpin harus membuat keputusan yang bijaksana. Selama sekitar tiga jam, trainer kepempinan Greg memberi informasi penting tentang kepempimpinan. Seorang pemimpin, kata Greg, bisa saja berasal dari kalangan apa saja. Asalkan orang tersebut mampu mengarahkan orang lain agar bersedia bekerjasama mencapai tujuan. "Bisa engga ibu rumah tangga menjadi pemimpin? Bisa enggak orang dari desa menjadi pemimpin? Bisa, asalkan bisa mengarahkan dan bersedia bekerjasama demi mencapai tujuan," kata Greg dalam Leader Camp Sehari Jadi Menteri. Sehari Jadi Menteri digagas oleh lembaga swadaya masyarakat tentang pemenuhan hak anak dari Plan International. Tahun ini adalah kali kedua program ini dilakukan. hm
Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…