Strategi Vokasi dan Industri Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka ini turun 0,06 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 4,68 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menunjukkan tren perbaikan ketenagakerjaan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Dalam lima tahun terakhir, TPT Jatim terus menurun dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian tersebut sebagai indikator pemulihan ekonomi daerah yang semakin menguat.

“Penurunan ini menunjukkan aktivitas ekonomi terus bergerak positif dan mampu menyerap tenaga kerja lebih luas,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (23/5/2026).

Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran lulusan SMK turut mengalami penurunan menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dari sebelumnya 5,87 persen pada Februari 2025. Kondisi ini menandakan peningkatan daya saing lulusan vokasi di pasar kerja.

Menariknya, lulusan perguruan tinggi kini menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,04 persen, naik dari 5,60 persen pada tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tantangan baru dalam penyerapan tenaga kerja terdidik.

Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program strategis yang dijalankan Pemprov Jatim, termasuk penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri serta perluasan akses kerja ke luar negeri.

Pada 2026, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, 1.617 peserta dinyatakan lolos seleksi dan telah memperoleh perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur juga meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Total angkatan kerja mencapai 25,14 juta orang, dengan jumlah penduduk bekerja sebanyak 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang secara tahunan.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 31,76 persen.

Meski demikian, Khofifah menyoroti masih tingginya dominasi sektor informal di pasar kerja Jawa Timur. Saat ini, pekerja informal mencapai 64,44 persen, sementara pekerja formal baru sebesar 35,56 persen.

“Ini menjadi tantangan untuk mendorong transformasi menuju pekerjaan yang lebih formal, produktif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ke depan, Pemprov Jatim akan memperkuat pengembangan industri padat karya modern, mendorong UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkualitas.

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…