Lokbin Taman Kota Intan, Peninggalan Ahok-Djarot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Dulu, Kota Tua tampak semrawut. Para pedagang kaki lima ( PKL) beberapa tahun yang lalu memadati sejumlah sisi kawasan yang digadang-gadang menjadi destinasi wisata internasional ini. Sejak tahun 2012, DKI Jakarta yang kala itu dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai gencar mengupayakan revitalisasi Kota Tua. Proses revitalisasi terus dilakukan, bahkan setelah Jokowi didaulat menjadi Presiden Republik Indonesia. Kala itu Ahok yang menggantikan tugas Jokowi bersama wakilnya, Djarot Saiful Hidayat berikthiar melakukan percepatan revitalisasi kawasan tersebut. Penertiban PKL menjadi langkah pertama mengembalikan pesona Kota Tua. Pada Senin (5/9/2016) Pemerintah Kota Jakarta Barat diberi tugas untuk memindahkan seluruh PKL ke Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat. Lokasinya tak jauh dari Museum Fatahilah. Pada saat itu sekitar 440 PKL direlokasi. Dengan dipindahkannya para PKL, kawasan Kota Tua menjadi steril. Sejumlah pengunjung memanfaatkan kawasan yang telah rapi tersebut untuk berswafoto. Tak tampak lagi PKL yang biasa berkeliaran menawarkan makanan dan minuman di sekitar lokasi tersebut. Lorong Virgin yang semula menjadi tempat para PKL berjualan pun sudah ditutup menggunakan pagar seng. Selain itu, tak ada lagi kendaraan yang tampak diparkir di lorong-lorong Kota Tua. Marka penanda dilarang parkir juga sudah dipasang. Konflik antara pemerintah dan PKL pecah ketika pada Februari 2017 para pedagang dikeluarkan dari tempat relokasi karena tempat tersebut hendak ditata ulang untuk dijadikan tempat dagang permanen dan lahan parkir bagi pengunjung Museum Fatahillah. Alasan dikeluarkannya para PKL ini tak dipahami oleh sejumlah pihak. Sejumlah pihak merasa pemerintah tak memberikan kepastian kepada para PKL. Lokbin Taman Kota Intan Dibangun Setelah para PKL dikeluarkan dari lokasi relokasi, pembangunan lokasi binaan (lokbin) di Jalan Cengkeh mulai dikerjakan. Pada September lalu, lokbin yang kemudian diberi nama Taman Kota Intan selesai dikerjakan. Lokbin tersebut berupa kios-kios yang berupa tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan tiang-tiang besi penyangga atap terpal. Tembok-tembok kios tersebut dicat putih dengan warna tiang dan terpal yang juga senada. Di dalam kompleks PKL tersebut disediakan juga sebuah bangunan dengan sejumlah wastafel. Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP), Nuraini Silviana mengatakan, wastafel-wastafel itu nanti akan digunakan sebagai tempat cuci piring pedagang. Di kawasan tersebut, dibangun juga sebuah panggung yang dapat digunakan untuk menggelar acara-acara tertentu. Panggung itu memiliki tinggi sekitar setengah meter dengan atap terpal dan tiang-tiang penyangga. Di kawasan itu juga disediakan bangunan mushala lengkap dengan ruang wudhu dan ruangan ber-AC. Selain ketiga fasilitas tersebut, di lokasi itu adalah fasilitas penunjang lainnya seperti ruang parkir, toilet, dan pos keamanan. Pengoperasian lokbin ini pun sempat menuai kendala. Para PKL belum dapat berdagang dilokasi ini karena belum lunas membayar retribusi. Akhirnya, Lokbin Taman Kota Intan dioperasikan pada saat hari peresmiannya pada 5 Oktober 2017 lalu. Adalah Djarot, pemimpin Jakarta yang meresmikan "rumah baru" para PKL Kota Tua ini. Berbagai pertunjukan seni akan digelar di lokasi ini setiap akhir pekan. Tujuannya, agar para pengunjung tertarik menyambangi lokbin dan menghadirkan rezeki untuk para pedagang. Para PKL Kota Tua kini telah tertata rapi. Lokbin ini pun menjadi salah satu daya tarik pengunjung kawasan Kota Tua. Harapannya, para pengunjung dan PKL sama-sama diuntungkan.
Tag :

Berita Terbaru

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

BC Mulai Incar Gerai Perhiasan Mewah 'Spanyolan' 

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jakarta serta Direktorat Jenderal Pajak Kantor…