Kurikulum 2013, Kesiapan Guru dan Isi Buku Dikeluhkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengungkapkan isi dan distribusi buku pelajaran kurikulum 2013 (K13) kerap dikeluhkan oleh para guru. Kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum 2013 ini juga dinilai belum maksimal. "Isi buku K13 itu ternyata masih perlu banyak dikoreksi," kata Ferdiansyah. Tidak hanya menyangkut kearifan lokal, melainkan juga kesesuaian isi buku tersebut dengan para siswa di daerah terpencil dan wilayah perbatasan. Ketika buku ajar mencontohkan sesuatu, Ferdi menjelaskan, hendaknya harus bisa berlaku se-Indonesia. Misalnya, buku pelajaran itu menyebutkan seorang anak naik kereta api dari Jakarta ke Solo, sementara di Papua tidak ada kereta api. Bicara naik pesawat terbang, sementara di wilayah perbatasan gurunya pun belum pernah naik pesawat terbang. Wakil Ketua Komisi X ini menegaskan, kurikulum adalah suatu alat atau perangkat untuk memberikan bekal kepada peserta didik. Jika guru belum tahu, murid juga tidak akan bisa paham. Karena itu, ia menyarankan pemerintah harus memberikan pelatihan kepada guru-guru, di samping membenahi isi buku pelajaran kurikulum 2013. "Jadi yang kami tekankan dari Komisi X adalah persiapan dan kesiapan dari penerapan kurikulum. Pemerintah jangan memaksakan diri memberlakukan K 13, karena guru belum dilatih secara matang untuk penerapan kurikulum K13," kata Ferdiansyah. Ferdi meminta pemerintah tidak memaksakan diri menerapkan kurikulum K13. Ferdi mengungkap, buku pelajaran K13 sering terlambat, terutama buku pegangan siswa. Jangankan di wilayah perbatasan, kata Ferdi, di Jawa Barat dan pulau Jawa pun buku-buku sering terlambat. Bahkan, masih ada guru yang belum menerima buku pegangan pada saat tahun ajaran dimulai. Ferdi mengatakan keterlambatan pengiriman ini sangat mengganggu proses belajar mengajar. Sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan kurikulum ini juga dinilai belum memadai. "Di pulau Jawa pun masih banyak pengiriman buku yang sangat terlambat. Itu baru aspek pengiriman belum guru dan isi bukunya," ujar politisi Golkar ini. Sebelumnya, guru sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Titis Kartikawati mengungkapkan banyak guru yang mengajar di sekolah-sekolah di Kabupaten Sanggau belum mengetahui penerapan kurikulum 2013 (K-13). Menurut Titis, para guru membutuhkan contoh dan model untuk menerapkan kurikulum ini. Titis mengaku pemerintah sudah bagus telah membuatkan buku teks untuk guru. Hanya saja, kata Titis, guru membutuhkan buku teks yang sesuai dengan kearifan lokal masing-masing. Ini karena buku tersebut hanya terpusat di Jawa, Jakarta.Sementara, anak-anak di Sanggau yang setiap hari berangkat ke sekolah menggunakan sampan mungkin sangat asing dengan Jakarta.
Tag :

Berita Terbaru

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Perkuat Sinergi dan Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah, Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang di gelar di halaman Mapolres Blitar Kota, Kamis…

Bupati Gus Fawait Sampaikan Program 1000 CPMI ke Kementerian P2MI

Bupati Gus Fawait Sampaikan Program 1000 CPMI ke Kementerian P2MI

Kamis, 30 Apr 2026 11:20 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus berakselerasi dalam menjamin keamanan dan kualitas tenaga kerja asal daerah yang hendak mengadu n…

Beasiswa Cinta Bergema untuk 6.024 Mahasiswa Cair Pekan Ini

Beasiswa Cinta Bergema untuk 6.024 Mahasiswa Cair Pekan Ini

Kamis, 30 Apr 2026 11:17 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait terus menunjukkan komitmen nyata dalam sektor pendidikan. Dalam…

Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif

Antisipasi Penyebaran Kasus Penyakit TB, Dinkes Sumenep Perkuat Sistem Pelacakan dan Skrining Aktif

Kamis, 30 Apr 2026 11:10 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Menindaklanjuti temuan kasus penyakit TB yang menjangkit sebanyak 716 warga di Kabupaten Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Dongkrak Produksi Petani, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan ke 2 Kelompok Tani

Dongkrak Produksi Petani, Pemkab Magetan Salurkan Bantuan Alsintan ke 2 Kelompok Tani

Kamis, 30 Apr 2026 10:58 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) setempat…