Jelang Pengumuman Wakil Khofifah, Nama Emil Dardak

PARPOL KHOFIFAH SOLID

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muhlissoni saat ini disebut-sebut menjadi dua nama teratas dalam bursa bakal calon wakil gubernur (Bacawagub), pendamping Khofifah Indar Parawansa, di Pilgub Jatim 2018. Namun hingga kini, Tim 9 atau Tim perumus Bacawagub maupun partai politik (parpol) pengusung, belum ada kesepakatan siapa yang dipilih. Lantas siapa yang lebih kuat, Emil atau Ipong? -------- Laporan : Riko Abdiono, Azmi, Ibnu F. Wibowo - Editor : Ali Mahfud -------- Tim 9 atau Tim perumus Bakal Calon Wakil Gubernur pendamping Khofifah Indar Parawansa, optimis, sosok wakil gubernur yang nantinya dipilih bisa mengakomodir seluruh elemen partai. Sehingga ketika sudah ditentukan satu nama, maka dipastikan bisa diterima oleh seluruh partai pengusung seperti Partai Demokrat, Partai Nasdem, Golkar, Hanura dan PPP. Menurut juru bicara Tim 9, KH Asep Saifuddin Chalim, sosok pendamping Khofifah yang kini menyisakan dua nama merupakan figur representasi dari seluruh parpol. Meski Kiai Asep lagi-lagi masih menutup rapat latar belakang kedua figur. "Bisa saja ia seorang birokrat, bisa saja semua politisi. Bisa saja semuanya. Saya tak bisa menjelaskan hal itu kepada teman-teman media," ujar Kiai Asep di Surabaya, kemarin. Untuk diketahui, beberapa partai politik pengusung Khofifah sebelumnya getol mendorong masing-masing kadernya untuk mendampingi Khofifah. Di antaranya Demokrat yang disebut mendaftarkan tujuh nama yang kemudian mengerucut menjadi dua nama bacawagub Khofifah. Lalu, ada Golkar yang mengirimkan tujuh nama bacawagub pula. Dalam masukan partai berlambang pohon beringin ini, muncul nama Bupati Trenggalek, Emil Dardak; dan Bupati Ponorogo, Ipong Muschlissoni. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tak ketinggalan ikut mengusulkan nama Hasan Aminuddin, mantan Bupati Probolinggo dua periode, yang kini masih menjabat Anggota DPR RI sebagai calon pendamping Khofifah. Hingga Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang juga memunculkan nama Ketua DPD Hanura Jatim, Kelana Aprilianto. Menyikapi hal tersebut, Kiai Asep tak membantah bahwa figur politisi menjadi salah satu pertimbangannya dalam memilih calon. "Namun, selain figur partai politik kami juga mempertimbangkan hasil survei dan masukan dari Ibu Khofifah," lanjutnya. "Mana yang akan bisa berkontribusi untuk menambah keterpilihan sekaligus membantu Ibu Khofifah memimpin Jatim dalam lima tahun ke depan, itu yang berpeluang," ujar pengasuh ponpes Amanatul Ummah ini. Ia menargetkan, nama akhir akan bisa dimunculkan tengah pekan ini. Pasca adanya nama tersebut, Tim 9 baru akan melakukan komunikasi dengan masing-masing partai. "Kami akan berkoordinasi pasca adanya figur tersebut. Tak cuma satu-dua partai, namun seluruh partai," ulasnya. Tim 9 merupakan tim panelis bentukan Khofifah yang bertugas menyeleksi figur bacawagub pendamping Khofifah di pilkada mendatang. Tim ini beranggotakan 17 kiai dan nyai dari berbagai pondok pesantren di Jatim. “Minggu ini sudah selesai, satu nama, dan tidak sampai dua minggu lagi akan segera deklarasi,” jelasnya. Tanggapan Parpol Muncul nama Emil Dardak dan Ipong sebagai calon pendamping Khofifah, ditanggapi Ketua DPW Partai NasDem, Rendra Kresna. Ia menegaskan Partai Nasdem sebagai pengusung Khofifah, pada akhirnya akan menyerahkan posisi cawagub kepada Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Mensos tersebut. "NasDem jelas mendukung Khofifah, mengusung Khofifah. Kalau bicara pendampingnya, nanti akan dibicarakan oleh para petinggi partai," ujar Rendra Kresna ditemui di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (7/11) kemarin. "Secara pribadi, saya telah bicara dengan nama-nama yang sudah disebutkan tadi, kecuali AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Tapi dengan Hasan, Emil, Ipong, saya sebagai Ketua DPW Nasdem sudah pernah berbicara tentang peluangnya menjadi pendamping Bu Khofifah. Namun dengan AHY, karena AHY di Jakarta belum pernah bertemu untuk bincang-bincang," lanjut Rendra. Meski begitu, Rendra menegaskan, Khofifah nantinya yang akan menjadi penentu siapa calon pendampingnya. "Yang pasti jatuhnya (diserahkan) pada Bu Khofifah. Bu Khofifah nanti yang menentukan," tandasnya. Sementara itu, Partai Golkar juga mengintensifkan nama-nama yang akan diusulkan menjadi pendamping Khofifah. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan dua nama yang telah mengerucut, yakni ke Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. "Dari Partai Golkar sudah ada pembicaraan juga dan nama-nama yang sudah beredar memang cukup banyak, berkembang terakhir Saudara Emil Dardak Bupati Trenggalek dan Ipong (Bupati Ponorogo)," ujar Idrus. Ketua Bidang Hubungan Legislatif, Eksekutif dan Lembaga Politik Muhammad Yahya Zaini yang ditugaskan mengurusi Pilkada Jawa Timur juga menilai kemunculan nama Emil dan Ipong sebagai kandidat pendamping Khofifah, karena alasan geo politik asal kedua tokoh tersebut berasal dari wilayah mataraman. Hal ini untuk mengimbangi pasangan yang lebih dahulu mendeklarasikan yakni Saifullah Yusuf- Azwar Anas yang berasal dari wilayah Tapalkuda. "Dilihat pasangan yang geo politiknya relatif sama tapal kuda maka tentu kalau Khofifah ingin memenangkan pertarungan maka yang ideal berpasangan dengan figur figur tokoh yang berasal dari Mataraman dari beberapa nama itu yang disampaikan Sekjen tadi lebih mengerucut pada dua nama Emil dan Ipong kajiannya mengarah kesana," terang Yahya. Diketahui peta politik di Jawa Timur terbagi menjadi dua basis Mataraman dan Tapal Kuda. Adapun kultur nahdliyin begitu kuat di wilayah Tapal Kuda di Jatim meliputi Banyuwangi, Jombang, Bojonegoro, Gresik hingga menyeberang ke Pulau Madura. Sementara wilayah Mataraman adalah kultur abangan, meliputi daerah Ngawi, Madiun, Blitar, Ponorogo, Magetan, hingga Kediri. Baliho Khofifah-Emil Dukungan terhadap Emil Dardak tak hanya dilontarkan elite parpol. Tapi juga muncul melalui sejumlah spanduk dan baliho yang terpasang di beberapa kota di Jawa Timur dengan mencantumkan foto Khofifah-Emil serta tulisan "Kopdar Lintas Milenial". Namun terkait spanduk tersebut Emil Dardak justru bereaksi keras dan meminta agar diturunkan. Menariknya lagi, menjelang pengumuman Bacawagub Khofifah, Emil Dardak justru melakukan sejumlah kunjungan ke luar negeri selama 12 hari. Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemkab Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan Bupati Emil akan menghadiri sejumlah acara di Tiongkok dan Amerika Serikat, mulai tanggal 8 hingga 19 November 2017. Sementara pengumuman cawagub Khofifah dikabarkan akan dilakukan pada pertengahan November ini. Dalam kegiatan di Tiongkok, Emil Dardak hadir selaku wakil presiden organisasi pemerintah daerah se-Asia Pasifik. Menurut Triadi, selama menjalankan kegiatan ke luar negeri, sejumlah kegiatan di Pemkab Trenggalek telah dikoordinasikan dengan seluruh instansinya. La Nyalla di Poros Baru Kandidat calon Gubernur Jawa Timur dari poros tengah, La Nyalla Mattalitti optimistis dirinya bakal didukung partai politik (parpol) untuk maju pada Pilgub Jawa Timur 2018. Mantan Ketua PSSI itu kabarnya sudah mendapat mandat dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk maju pilgub Jatim. La Nyalla saat dikonfirmasi tentang hal tersebut tidak membantahnya. Komunikasi dengan Prabowo dan Zulhas sudah sangat intensif dan direct langsung. “Saya optimis bakal maju didukung parpol. Di partai itu (Gerindra dan PAN), sudah cukup untuk mengusung calon sendiri,” kata La Nyalla, usai menghadiri kegiatan donor darah di kantor Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Jalan Kartini, Surabaya, kemarin (7/11/2017). Gerindra sendiri memiliki 13 kursi di DPRD Jatim, sedangkan PAN punya 7 kursi. Artinya, dua parpol tersebut telah lebih dari 20 kursi syarat minimal untuk mengusung kandidat sendiri. “Saya juga telah menjalin komunikasi dengan PKS, kita tunggu saja mudah-mudahan PKS juga mau dukung,” katanya. La Nyalla mengaku tidak main-main terkait keinginannya ikut bertarung pada Pilgub Jatim. Ini ditunjukkan dengan baliho raksasa dan spanduk yang ia pasang di 38 kabupaten/kota di Jatim. “Saya malu kalau cuma masang baliho, saya tidak main-main, saya serius. Saya sangat yakin bakal maju Pilgub Jatim,” ujarnya. n
Tag :

Berita Terbaru

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

SURABAYA PAGI, Magetan- ‎Respon publik cukup beragam pasca penetapan Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029 Suratno, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi …

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggelar aksi penanaman pohon di l…

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Produsen otomotif MG Motor Indonesia memperkenalkan kendaraan listrik terbarunya, MGS5 EV, di Surabaya, Jawa Timur. Peluncuran ini m…

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

SURABAYApAGI.com, Gresik – Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang profesional dan berintegritas dalam lingkungan B…

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Tabir dugaan praktik mahar politik untuk mendapatkan dukungan partai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ponorogo…

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Surabaya Pagi - Polemik yang ada di Jalan Basuki Rahmat Nomor 165-167 tersebut menimbulkan adanya pro kontra di tengah-tengah warga. Akhirnya menemukan titik…