Penipuan Mirip First Travel Terjadi di Surabaya

Habis Rp 1,2 Miliar, Gagal Berangkat Haji Plus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masih ingat kasus dugaan penipuan First Travel yang menyeret Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka? Kasus yang mengakibatkan ribuan jamaah umrah kehilangan uang banyak itu, masih disidik Bareskrim Polri. Nah, belum tuntas kasus tersebut, kini muncul kasus serupa. Kali ini, sejumlah calon jamaah haji asal Surabaya, Sidoarjo dan Gresik melapor ke Polda Jatim, lantaran merasa menjadi korban penipuan oleh biro perjalanan haji. --------------- Laporan : Hendarwanto --------------- Sedikitnya enam calon jamaah haji yang menjadi korban. Mereka merasa ditipu oleh pihak travel, karena tak diberangkatkan haji pada tahun 2017 ini. Padahal mereka sudah habis sekitar Rp 1,2 miliar yang sudah disetorkan ke pihak travel, yakni Travel Al Maghfirah berkantor di Jalan Ketintang Madya Surabaya. Selain dari Surabaya, korban berasal dari Sidoarjo dan Gresik. “Jumlah tersebut untuk (Rp 1,2 miliar, red) untuk pembayaran ongkos naik haji plus. Tiap korbannya tarifnya berbeda,” cetus M. Soleman, juru bicara korban saat mendatangi SPKT Polda Jatim, Jumat (10/11) kemarin. Mereka pun melaporkan Nur Faidah, pemilik Travel Al Maghfirah, dengan nomor TBL /1499/VI/2017/UM/Jatim. Laporan tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana Ongkos Naik Haji (ONH) Plus. Tak hanya batal berangkat, keenam korban itu kini juga belum tahu nasib uang pendaftaran haji yang telah diserahkan pada pihak travel tersebut. Cerita Sulaiman, dirinya berniat memberangkatkan kedua orangtuanya ibadah haji telah membayar Rp 200 juta per orang. Ia pun telah menyetorkan uang melalui Bilyet Giro (BG) dua kali pada Nur Faidah, pemilik Travel Al Maghfirah dengan total Rp 400 juta 950 ribu. Sedangkan korban bernama Joko asal Gresik juga merasa tertipu oleh bos Travel Al Maghfirah dengan nominal sekitar Rp 340 juta. Jumlah itu dia setorkan untuk biaya ONH Plus bersama istrinya. Dua korban lain, yakni Suntono warga Sidoarjo. Ia bersama istrinya telah mendaftar dan membayar biaya haji plus dengan nilai Rp 330 juta. Hingga beberapa bulan sebelum musim haji tiba, ia bersama istrinya juga diminta tambahan dana oleh Nur Faidah sebesar Rp 120 juta. Total kerugian atas kasus penipuan dan penggelapan dana haji oleh Nur Faidah warga Ketintang Baru Surabaya melalui Travel Al Maghfirah Surabaya itu sekitar Rp 1,2 miliar. Guna menyelesaikan persoalan itu, keenam korban pun sempat melakukan beberapa kali pertemuan dengan Nur Faidah di kantor Travel Al Maghfirah. Namun dari pertemuan bulan Agustus lalu, Nur Faidah hanya memberikan janji refund atau pengembalian uang para jamaah. Namun hingga memasuki bulan November ini, Nur Faidah semakin sulit dihubungi dan cenderung menghindar saat dihubungi para korban. "Saya hubungi via pesan whatsapp hanya dibaca dan tidak dibalas. Saya telepon juga tidak diangkat. Hal serupa juga dilakukan korban yang lain. Kami menduga memang ada itikad tidak baik dari Nur Faidah dan pihak travel untuk menyelesaikan persoalan. Untuk itu kami laporkan kasus ini ke Polda Jatim," kata Sulaiman. n
Tag :

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…