SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Hujan tak menyurutkan tensi pertandingan persahabatan antara Grass 2000 melawan Taman Veteran di Lapangan Ciliwung, Kota Madiun, Minggu (3/5/2026) sore. Duel yang berlangsung sengit itu harus berakhir imbang dengan skor 1-1.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang dan saling beradu strategi. Grass 2000 berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama melalui sundulan salah satu pemainnya, sekaligus menutup babak pertama dengan skor 1-0.
Memasuki babak kedua, hujan mulai mengguyur lapangan sehingga membuat permainan semakin berat. Meski demikian, intensitas pertandingan tetap tinggi. Taman Veteran akhirnya mampu menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan peluang di tengah tekanan permainan, mengubah skor menjadi 1-1 hingga laga usai.
Salah satu pemain Grass 2000 yang juga eks pemain Arema FC, Suroso, menyebut pertandingan ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan ajang mempererat silaturahmi antar pemain.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada tuan rumah. Intinya pertandingan hari ini adalah ajang silaturahmi. Permainan cukup seimbang, meskipun mungkin dari segi teknik tim kami sedikit unggul, tapi tuan rumah juga punya semangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelumnya tim Grass 2000 juga telah melakoni laga serupa di Solo bersama sejumlah eks pemain dari berbagai klub, termasuk mantan pemain Arema dan Persik Kediri.
Lebih lanjut, Suroso menyoroti potensi sepak bola di Kota Madiun yang dinilai cukup baik, namun membutuhkan pembinaan berkelanjutan, terutama di level usia dini.
“Perkembangan sepak bola di Madiun sudah bagus. Tapi harus dimaksimalkan lagi, khususnya pembinaan usia dini. Jangan sampai pemain dari SSB berhenti di usia 17 atau 18 tahun tanpa ada kelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Taman Veteran, Eko Ahmad Bustsowi yang akrab disapa Eko Gali, mengaku pertandingan berlangsung seru meski kondisi lapangan cukup berat akibat hujan.
“Pertandingan sangat seru, apalagi melawan mantan pemain liga dan pemain nasional. Semua pemain bisa tampil dan merasakan pertandingan. Cuaca gerimis membuat laga cukup menguras tenaga,” katanya.
Eko berharap, ke depan sepak bola di Kota Madiun terus berkembang melalui kompetisi internal dan pembinaan pemain muda yang lebih terarah.
“Kami ingin adik-adik junior lebih semangat. Potensi di Madiun ini besar, tinggal bagaimana kompetisinya terus diputar agar melahirkan pemain berprestasi,” pungkasnya.mdn
Editor : Redaksi