Semakin Memilukan, Bantuan Pangan Untuk Rohingya Banyak yang Meleset

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com-Bangladesh, Cerita kemirisan Rohingya belum juga berakhir. Pembagian bantuan kepada ratusan ribu pengungsi Rohingya dari Program Pangan Dunia (WFP) ternyata tidak efektif. Sebab, sebagian pengungsi yang kelebihan bantuan justru menukarnya dengan kebutuhan pokok lain. Seorang pengungsi Rohingya, Rashida Begum (27), yang berdiam di Kamp Jamtoli, Ukhia, Cox's Bazar, mengaku menjual bantuan bahan makanan diterima dua pekan sekali. Duit hasil penjualan dia belikan sayur-mayur atau daging. Padahal, aparat Bangladesh melarang praktik itu. "Keluarga saya cuma ada lima orang, termasuk tiga anak. Bantuan yang kami terima terlalu banyak dan kami enggak tahu harus diapakan," kata Rashida, seperti dilansir dari laman RFA, Sabtu (11/11). Rashida pun memilih menjual tujuh liter minyak goreng hampir setengah di bawah harga pasaran setempat. Sedangkan tetangganya melego beras sebanyak 50 kilogram hanya seharga Rp 203 ribu. Kondisi keluarga Rashida berbanding terbalik dengan pengungsi Rohingya lainnya, Muhammad Javed. Lelaki 18 tahun itu mengatakan bantuan diterima dari WFP tidak mencukupi. Sebab, anggota keluarganya terdiri dari sebelas orang. Supaya semua kebagian, mereka cuma makan sekali dalam sehari. WFP setiap dua pekan sekali memberi bantuan dalam jumlah sama buat seluruh pengungsi Rohingya. Isinya adalah beras, kacang-kacangan, dan minyak sayur. Pejabat setempat sudah mengetahui hal itu dan tidak bisa mencegahnya. "Semua dapat bantuan yang sama berapapun jumlah anggota keluarganya. Memang ada yang keliru dalam sistem ini. Namun, kami tidak punya cukup waktu buat menghitung berapa jumlah pasti setiap keluarga. Kami hanya menghitung secara perkiraan kasar saja," kata Wakil Komisioner Cox's Bazar, Ali Hossain. Polisi Perbatasan Bangladesh (BGB) selama ini sudah menangkap 25 pengungsi Rohingya yang menjual bantuan pangan mereka. Namun, semuanya dilepaskan tetapi diberi peringatan. BGB juga menangkap sepuluh warga Bangladesh hendak membeli jatah bantuan orang Rohingya. Menurut Hossain, masing-masing dari mereka dihukum penjara antara satu hingga enam bulan. Meski demikian, hukuman itu tidak menyurutkan transaksi jual beli jatah bantuan orang Rohingya. Iy/mrk
Tag :

Berita Terbaru

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Dua Kombes Nyamar Ojek Online, Buru Mafia Sabu

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 23:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, telah melakukan pemeriksaan X-ray terhadap paket tersebut dan ternyata benar paket t…

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Purbaya, tak Mau Pemerintah Dianggap tak Lakukan apapun Dorong Pertumbuhan

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menkeu Purbaya mengaku tidak suka jika ada yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mentok di kisaran 5%. Menurutnya, pernyataan …

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) turut memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kompetensi A…

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Polisi selidiki laporan hilangnya pakaian tampil Madonna di Coachella

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:41 WIB

SURABAYAPAGI.com – Departemen Kepolisian Indio di California, AS, menyelidiki laporan hilangnya dua tas berisi set pakaian dan perhiasan dari arsip lama milik M…

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Prediksi Chaos JK, Antara Peringatan konstruktif dan Provokasi

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 22:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Pernyataan JK mengenai potensi situasi "chaos" pada periode Juli-Agustus 2026, hingga Rabu (22/4) masih menjadi perhatian pakar . K…

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Pentingnya Karakter dan Mental Health bagi Generasi Muda

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 21:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – "No results can define me, no failure can erase me, and no expectations can define who I am." Prinsip hidup mendalam ini menjadi p…