Dinas Pendidikan Jatim Gandeng Industri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan, program vokasional bagi ABK ini mendapat dukungan kuat oleh industri sepatu di Jatim. Para siswa dilatih langsung oleh tutor dari industri yang sekaligus akan menguji kompetensi mereka. Penguatan pendidikan vokasi telah menjadi program nasional yang terus dikuatkan di skala SMA/SMK oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Setelah penerapan double track untuk SMA, kini giliran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada jenjang pendidikan luar biasa yang menjadi perhatian. Pengembangan program vokasional bagi ABK dilakukan dengan melibatkan tiga sektor sekaligus. Yaitu Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Selanjutnya, para pelaku industri itu akan juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mendapat pekerjaan. “Ini program yang istimewa. Orang tua dan guru yang selama ini telah bersabar mendidik anak-anaknya mendapat angin segar bahwa anak-anak mereka juga bisa mencari penghidupan sendiri,” jelas Saiful. Saiful mengungkapkan, kerja sama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim menjadi langkah awal untuk perluasan kerja sama dengan sektor industri yang lain. Harapannya, serapan tenaga kerja ABK di Jatim semakin tinggi. Sekretaris Aprisindo Jatim, Ali Mas’ud menuturkan, penguatan vokasional bagi siswa ABK baru berjalan di Jatim. Para siswa dilatih keterampilan menjahit sepatu menggunakan mesin jahit standar pabrik. Kendati demikian, dasar keterampilan menjahit ini juga bisa digunakan untuk memproduksi tas dan produk lainnya. Sebelumnya, Provinsi Jawa Tengah juga mengusulkan program semacam ini. Namun, program itu terkendala peralatan yang sesuai standar industri. “Di Jawa Tengah permintaannya hanya untuk delapan siswa. Itupun mesin jahitnya masih lama. Padahal industri sudah memakai mesin jahit high speed,” tutur Ali. Ali mengungkapkan, setiap industri memiliki kewajiban satu persen dari total karyawan adalah karyawan berkebutuhan khusus. Namun, khususnya untuk industri persepatuan pihaknya siap menerima berapa pun jumlah siswa ABK yang akan masuk. “Semakin banyak jumlahnya semakin baik. Tapi ini juga perlu dukungan orang tua. Karena umumnya orang tua ABK tidak tega berpisah dengan anaknya,” kata Ali. Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dindik Jatim, Ninik Astuti Dewantari menambahkan, dalam pelatihan tersebut terdapat 50 siswa ABK dan 25 guru pendamping. Mereka adalah ABK yang mengalami ketunaan seperti tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita. “50 anak ini kami latih agar siap kerja. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota se Jatim yang akan langsung ditempatkan kerja di perusahaan sepatu setelah mengikuti pelatihan ini,” tutur Ninik. Sementara itu, Program vokasional bagi siswa luar biasa ini telah dilakukan oleh PT Wangta Agung. Perusahaan sepatu yang berlokasi di Surabaya. HRD Manajer PT Wangta Agung, Suryanto mengungkapkan, saat ini di perusahaannya telah ada 55 karyawan difabel. 35 di antaranya ialah tuna rungu dan 20 lainnya tuna daksa. “Ini sudah komitmen perusahaan. Bahkan perusahaan senang, karena produktivitas ABK ternyata lebih tinggi dari pada karyawan umumnya,” tutur Suryanto. Produktivitas karyawan difabel itu diakui cukup beralasan. Sebab, mereka jauh lebih berhati-hati, disiplin dan pastinya tidak banyak ngomong. “Misalkan kita target 100 sepatu per jam, mereka bisa membuat 110 per jam,” jelasnya Suryanto. Suryanto berharap 50 siswa yang dilatih bersama Dindik Jatim ini seluruhnya mau bekerja di tempatnya. Dari sisi upah dan karier, pihaknya memastikan tidak akan ada diskriminasi dalam perusahaan. “Yang penting kemauannya dulu. Kalau masalah keterampilan, sebenarnya ketika mau masuk perusahaan juga akan kami latih lagi dan terus didampingi,” tutur Suryanto. sry
Tag :

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…