Penulis Kuwait Dicemooh Publik Saudi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penulis bernama Abdullah Al-Hadlaq ini bahkan menyerukan negara-negara Arab bersekutu dengan Israel untuk melawan musuh-musuh bersama. Komentar kontroversial itu muncul saat wawancara dengan stasiun Arai TV, Kuwait. KUWAIT, Ahmed Mustofa. Seorang penulis asal Kuwait dicemooh publik Arab gara-gara komentarnya yang memuji negara dan budaya Israel. Menurutnya, saat Israel didirikan tahun 1948, tidak ada negara di wilayah tersebut yang bernama Palestina. Hadlaq mendesak negara-negara Arab mengakui negara Israel sebagai negara berdaulat, independen dan sah. Menurutnya, orang-orang Israel merupakan warga yang memiliki hak atas tanah mereka. Wawancara itu berlangsung hari Minggu dan telah diterjemahkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI). ”Ada orang yang kembali ke tanah yang dijanjikan,” katanya mengacu pada keyakinan umat Yahudi bahwa negara Israel adalah tanah yang dijanjikan Tuhan. Gara-gara komentar yang mendukung Israel, Hadlaq dicemooh publik Arab sebagai orang bodoh, pengkhianat hingga agen Zionis. Hujatan bermunculan di Facebook ketika video wawancara itu diunggah di media sosial. Dalam wawancara tersebut, Hadlaq mengungkapkan kekagumannya terhadap negara Yahudi dan nilai-nilainya. Dia menyerukan penolakan terhadap narasi bahwa wilayah yang jadi negara Israel itu merupakan tanah jarahan dari orang-orang Arab. Penulis ini bahkan menganggap narasi seperti itu sebagai mentalitas yang sudah ketinggalan zaman. ”Ketika negara Israel didirikan pada tahun 1948, tidak ada negara yang bernama 'Palestina',” katanya. ”Suka atau tidak, Israel adalah negara berdaulat yang merdeka,” ujar Hadlaq. ”Kebanyakan negara yang cinta damai dan demokratis mengetahuinya. Kelompok negara yang tidak mengakui Israel adalah negara tirani dan penindas,” imbuh dia. Tak cukup, Hadlaq juga mengutip ayat-ayat Alquran sebagai bukti bahwa orang Israel memiliki hak atas Tanah Suci. Menurutnya, dalam kitab suci Tuhan menjanjikan tanah atau negeri kepada umat Yahudi, sehingga warga Israel tidak menjarahnya dari orang-orang Arab. ”Sejarah bangsa Israel kuno, mendahului Islam. Oleh karena itu, umat Islam harus mengakui bahwa bangsa Israel memiliki hak atas tanah itu, dan bahwa mereka bukan menjarahnya,” katanya. “Mengapa kita tidak hidup dalam koeksistensi damai dengan Israel dan bekerja sama dengannya?,” tanyanya dia sebagai seruan untuk negara-negara Arab bersekutu dengan Israel, seperti dikutip Times of Israel. 04
Tag :

Berita Terbaru

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Surabaya – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya se…

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…