Putra Mahkota Saudi Ingin Negaranya di Era 1979

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dalam sebuah wawancara, Pangeran Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman membahas masalah pemberantasan korupsi di Saudi. Menurutnya, 95 persen tersangka korupsi yang ditangkap menyetujui kesepakatan yang dibuat, yakni menyerahkan aset kepada pemerintah. RIYADH, Mohammed Jaber. Putra atau Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bicara soal nilai-nilai Islam di negaranya yang akan dia kembalikan seperti dulu atau sebelum tahun 1979. Dia juga berbicara tentang Islam zaman Nabi Muhammad SAW yang menghormati hak-hak perempuan. Komentar Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini muncul dalam wawancaranya dengan New York Times. ”Jangan menulis bahwa kita sedang menafsirkan kembali 'Islam’,” katanya. ”Kita memulihkan Islam dari asal usulnya, dan alat terbesar kita adalah praktik serta kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum tahun 1979,” ujarnya. Menurutnya, pada era Nabi Muhammad SAW, ada teater musikal, ada pencampuran antara pria dan wanita, serta ada rasa hormat pada orang Kristen dan Yahudi di Arab (Saudi). ”Hakim komersial pertama di Madinah adalah seorang wanita!,” katanya. ”Jadi, jika Nabi menganut semua ini, Mohamed bin Salman bertanya, Apakah maksud Anda Nabi bukanlah seorang Muslim?,” ujar pewaris takhta Kerajaan Saudi ini. Ada sekitar 200 tersangka korupsi yang ditangkap dalam operasi “pembersihan” koruptor yang dilakukan Komite Pemberantasan Korupsi. Ke-200 tersangka itu terdiri dari miliarder, pangeran, menteri, mantan menteri dan sejumlah pejabat. ”Kami menunjukkan kepada mereka semua file yang kami miliki dan segera setelah mereka melihatnya, sekitar 95 persen menyetujui penyelesaian,” katanya. Aset yang setuju diserahkan kepada pemerintah itu berupa uang tunai maupun saham perusahaan mereka. Aset-aset tersangka korupsi itu diserahkan ke Departemen Keuangan Saudi. ”Sekitar 1 persen mampu membuktikan bahwa mereka bersih dan kasus mereka digugurkan di sana. Sekitar 4 persen mengatakan bahwa mereka tidak korupsi dan dengan pengacara mereka ingin pergi ke pengadilan,” ujar dia. 05
Tag :

Berita Terbaru

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada awal 2026 di tengah prospek positif industri kemasan plastik nasional yang d…

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komisi A DPRD Surabaya memastikan persoalan eks tanah ganjaran Kelurahan Sumur Welut tidak berhenti pada polemik ruilslag yang t…

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pendidikan yang baik, tetapi juga harus didukung…

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka memastikan keandalan sistem kelistrikan serta memantau progres pembangunan infrastruktur strategis ketenagalistrikan, D…

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Rapat paripurna DPRD Lamongan dalam rangka mendengarkan pertanggungjawabkan APBD tahun 2025, pada Jum'at (12/6/2026), menjadi…

Kembalinya Kaji Ghofur Nahkodai PKB, Bukti Kaderisasi Setengah Hati

Kembalinya Kaji Ghofur Nahkodai PKB, Bukti Kaderisasi Setengah Hati

Jumat, 12 Jun 2026 15:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kembalinya H. Abdul Ghofur nahkodai DPC PKB Lamongan Periode 2026-2031, menjadi salah satu bukti selama ini kaderisasi di internal…