BAWAHAN RISMA MOKONG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Banjir yang terjadi di Surabaya, Jumat (24/11/2017) lalu, terus disorot banyak kalangan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, H. Buchori mengkritik tajam kinerja Dinas PU Bina Marga, Pemkot Surabaya. Serapan dari anggaran proyek pembangunan drainase masih belum sepenuhnya terakomodir. Laporan: Firman Rachman "Iya memang ini tugas dari PU Bina Marga yang harusnya lebih maksimal untuk menggunakan anggaran tersebut, terlebih dalam proses dimulainya proyek. Saat ini dari total anggaran PU Bina Marga yang mencapai Rp 900 miliar, 50 persennya adalah untuk pematusan. Nah di situ pada Oktober kemarin belum ada 40 persen anggaran yang terserap," kata Buchori. Hujan yang turun selama empat jam di kota Surabaya itu tidak disangka akan menyebabkan genangan air sehingga berdampak pada hampir di seluruh penjuru kota Surabaya. Buchori menambahkan, lantaran dirasa belum maksimal, pihaknya mencermati salah satunya adalah, adanya beberapa keterlambatan dalam proses pembangunan dan pembenahan drainase atau gorong-gorong di kota Surabaya. "Memang sudah dikerjakan, gorong-gorong dikerjakan, namun masih belum banyak yang selesai sehingga tidak terkoneksi penuh dengan aliran air satu dengan lainnya. Kami sering menyarankan agar proses pembangunan dan pembenahan itu dilakukan di awal tahun, jangan pada saat mendekati akhir tahun dan musim hujan," imbuhnya. Pria asal Madura itu juga sedikit mengkritik kinerja dari kasubdit pematusan Pemerintah Kota Surabaya, Syamsul. Menurut Buchori, koordinasi dengan mitra kerjanya tersebut sering kali mendapati kesulitan, sehingga pihaknya tidak dapat menyampaikan pendapat untuk bersama-sama mengentaskan pekerjaan rumah, banjir di Surabaya ini. "Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, dalam hal ini pemerintah kota sudah bekerja, terutama dinas PU Bina Marga. Namun sayangnya, Pak Syamsul (selaku) Subdit Pematusan itu sangat susah diajak koordinasi, seakan-akan bisa sendiri. Kalau kita lihat, Wali Kota telah bekerja maksimal dan cukup bagus, namun harusnya di bawah bu Wali ini juga turut bekerja maksimal," ucapnya. Beberapa yang perlu ditindak lanjuti, menurut Buchori adalah dengan memperluas sungai yang ada di hulu maupun hilir. Selain tingginya curah hujan, menyempitnya luas sungai karena pemukiman dan berkurangnya resapan menjadi faktor lain yang tak bisa disepelekan. "Ada beberapa sungai seperti sungai Kalianak, itu dari dulu kami minta dikeruk, di hulu saja kedalaman tidak lebih dari empat meter, banyak juga dipakai rumah. itu masih salah satu contoh, masih cukup banyak sungai lain seperti kali lamong dan lain-lain. Yang pasti, saya tetao mengapresiasi kinerja pemerintah kota, namun tentu masukan-masukan dari masyarakat juga harus ditampung demi kebaikan kota," tandasnya. Berbeda dengan Buchori, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menyatakan, air hujan tak bisa mengalir lantaran tertahan banyaknya tumpukan sampah. "Banjir itu disebabkan karena banyaknya sampah yang menumpuk sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar. Biasanya kalau hujan deras itu kekuatannya 90 meter kubik, tapi kemarin (25/11) malam hampir 124 meter kubik, itu super lebat," kata Risma saat melakukan pengecekan dan pembersihan gorong-gorong di sekitaran Bundaran Dolog Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (25/11). Ditanya soal banjir yang kemudian mengakibatkan kemacetan cukup parah di daerah Benowo, Tandes dan Sememi, Risma menegaskan bahwa saluran di wilayah Sememi belum jadi. "Insya Allah kalau sudah jadi seperti wilayah yang ada di Banyu Urip," kata wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. Menurut dia, saluran yang ada di Jalan Banyu Urip sebelumnya dikerjakan oleh pemerintah pusat, namun tiba-tiba pembangunan berhenti selama dua tahun. Pemkot Surabaya hanya menunggu dan tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi akhirnya pemkot tetap mengusahakan agar pembangunan saluran terus berjalan. "Kalau tidak diteruskan kan, kasihan warga sekitar dan seandainya pembangunan saluran di Banyu Urip jalan terus, Insya Allah sudah kelar itu," katanya. Hujan yang mengguyur lebat Kota Surabaya hingga menjadikan kota ini tergenang masih akan berlanjut untuk waktu yang akan datang. Bahkan intensitas dan kelebatan hujan Jumat tadi masih belum seberapa. Kota yang semua saluran dan sungainya ditutup box culvert ini seakan tenggelam hanya disapa hujan pembuka. Hujan dengan intensitas lebih tinggi dan lebat masih akan terus berlangsung dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Terpisah, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Taufik Hermawan menyebutkan bahwa Surabaya masih akan terus disapa hujan hingga Februari mendatang. "Hujan deras itu akan terus terjadi," jelasnya. Kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama itu akan meningkat pada puncak musim penghujan. Saat ini baru memasuki musim hujan. Puncaknya pada Januari-Februari 2018. Hujan lebat dengan durasi lama di Surabaya sebenarnya sudah terlihat beberapa jam sebelumnya. BMKG mencatat melalui Citra Radar satelit, awan hujan terbentuk sangat besar dan tebal di langit Surabaya Jumat tadi sehingga mengakibatkan curah hujan tinggi. Taufik mengukur hujan yang mengguyur Surabaya selama tiga jam lebih itu tergolong lebat. Hujan paling lebat dengan durasi paling lama yang selama ini pernah melanda Surabaya di pembuka musim hujan. "Hujan di Surabaya tadi berkategori sangat lebat. Untuk wilayah Surabaya tadi tercatat 124 mm. Lebih tinggi dari wilayah Juanda (Sidoarjo) tercatat 32mm," urai Taufik. Surabaya dan sekitarnya hari-hari ini akan terus dilanda hujan. Jatim saat ini sudah memasuki musim hujan. Lalu, Kepala BMKG Juanda Agus Raharjo memastikan bahwa musim hujan telah menyapa Surabaya. Sari wilayah masuk musim hujan jika 10 hari curah hujan terjadi di atas 50 mm. Kemudian diikuti 10 hari berikutnya. "Setiap daerah curah hujannya berbeda-beda," jelas Agus. Pengamatan BMKG, pada 10 hari pertama pada November lalu telah terjadi curah hujan di atas 50 mm. Jika pada 10 hari ketiga atau akhir November hujan tetap deras atau di atas 50 mm artinya tinggal menunggu puncak hujannya. Dari data citra radar dan satelit saat ini awan rendah hingga menengah sudah cukup banyak melingkupi Jatim termasuk Surabaya. Akibatnya peluang hujan menjadi tinggi. Agus menjelaskan, Kondisi akan meningkat pada Desember hingga Januari dan Februari besok.
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…