Berguru Energi Terbarukan dari Denmark

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terkait isu pengembangan energi terbarukan yang menjadi perbincangan hangat di Indonesia saat ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mencoba menggali potensi yang ada melalui kuliah umum bertajuk Peluang dan Tantangan Penerapan Energi Terbarukan. Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang dihelat di Ruang Sidang Utama Rektorat ITS, Senin (4/12/2017), tersebut menghadirkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Denmark, Muhammad Ibnu Said. Dalam paparan awalnya, pria yang merangkap sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Lithuania ini mengatakan bahwa Denmark adalah negeri kecil dengan ambisi yang besar. “Ambisi ini yang menjadikan Denmark sebagai negara yang modern, makmur, dan sejahtera. Saking sejahteranya, pendapatan per kapita penduduk Denmark bahkan mencapai 61,900 US Dollar,” ungkap pria yang biasa disapa Ibnu ini. Menurutnya, Denmark merupakan negara yang sangat mudah menjalin kerja sama dengan negara lain. Hal tersebut dibuktikan dengan aktif berpartisipasi di berbagai organisasi internasional seperti PBB, NATO, European Union, dan sejumlah organisasi internasional lainnya. Denmark sendiri, lanjut Ibnu, melihat Indonesia sebagai pihak yang menjanjikan untuk menjalin kerja sama. “Di mata pemerintah Denmark, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Potensi tersebut meliputi berbagai aspek seperti perdagangan, investasi, dan pariwisata,” kata Ibnu. Investasi yang dimaksud salah satunya mengenai pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Hal tersebut, menurutnya, selaras dengan salah satu fokus riset yang ada di ITS yaitu energi terbarukan. “Setahu saya ITS sudah punya riset di bidang energi terbarukan. Kuncinya adalah bagaimana membawa ITS untuk go international,” tuturnya optimistis. Saat ini ada banyak kelebihan yang dimiliki Denmark menjadi sorotan dunia. Hal yang sangat ditonjolkan oleh negara Denmark ini salah satunya adalah penerapan energi terbarukan dengan meggunakan sistem turbin angin. “Denmark adalah negara yang menerapkan turbin angin terbaik dan menjadi panutan negara-negara yang ingin menerapkan turbin angin pula,” jelas Dr Ir Ali Musyafa MSc, Kepala Pusat Studi Energi ITS, selaku moderator dalam acara ini. Bahkan saat ini, sambung Ali, Indonesia memilih Denmark sebagai panutan dalam mengembangkan energi terbarukan dalam bentuk turbin angin yang saat ini juga sedang dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia. Melihat adanya suatu prospek perkembangan energi terbarukan di Indonesia ke depannya, Denmark menilai Indonesia sebagai mitra kerja sama yang setara. Ibnu menambahkan bahwa potensi kerja sama tersebut sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sendiri. Konsumsi energi di Indonesia tumbuh lebih tinggi daripada pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) tahun lalu, yakni sekitar 5 persen, sementara pertumbuhan konsumsi energi hamper mencapai 6 persen. “Permintaan energi tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan PDB, di mana hal ini jarang sekali ditemui di negara lain,” ujarnya. Adapun konsumsi energi terbesar Indonesia di tahun 2016 masih didominasi oleh minyak bumi 41 persen, batu bara 36 persen, dan gas 19 persen. Sementara produksi minyak di Indonesia hanya mampu mencukupi 55 persen dari kebutuhan konsumsi dalam negeri. Maka dari itu, kata Ibnu, terlihat tingkat ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap bahan bakar fosil saat ini masih cukup tinggi. Sehingga peralihan menuju sumber energi terbarukan menjadi solusi atas permasalahan ini. Dengan potensi kekayaan alam yang berlimpah seperti sinar matahari, air dan 40 persen panas bumi dunia berasal dari Indonesia menjadikan acuan data ini sebagai hal yang tak terbantahkan untuk memulai pembangunan nergi terbarukan di Indonesia. Ibnu mengatakan, sebagai kampus paling inovatif di Indonesia, ITS harus dapat menjadi centre of excellence, setidaknya untuk wilayah Indonesia Timur. Apalagi saat ini ITS juga telah ditunjuk sebagai coordinator jaringan perguruan tinggi di wilayah Indonesia timur atau yang dikenal dengan Eastern Part of Indonesia University Networking (EPI-UNet). “Tujuan tersebut dapat dirintis melalui pengembangan selaras dalam hal kompetensi, profesionalisme, dan inovasi,” pungkasnya.ifw
Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…