Merasa Diselamatkan Oleh Musik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mengawali karier pada tahun 1997, Satriyo Yudi Wahono yang akrab disapa Piyu masih terus menunjukkan taring bermusiknya. Sampai kini, setiap tahunnya, Piyu yang tenar sebagai penggawa grup musik Padi, berkomitmen untuk menghasilkan karya-karya yang memanjakan penikmat musik. Di awal tahun 1997, Piyu bersama rekan-rekannya di Padi mulai sukses menggetarkan hati dan telinga para pendengar melalui rilisan album Lain Dunia. Lagu-lagunya, seperti “Mahadewi” dan “Begitu Indah”, tak lekang digerus masa. Selang empat tahun, pada 2001, album Sesuatu yang Tertunda dirilis. Piyu masih saja berhasil membius pendengar musik melalui rangkaian lirik lagu dan irama musik yang tak kalah ‘menyayat’ benak sanubari. Lagu-lagunya, seperti “Kasih Tak Sampai” dan “Semua Tak Sama”, juga masih indah untuk terus dilantunkan hingga kini. Tiga album selanjutnya, Save My Soul (2003), Padi (2005), dan Tak Hanya Diam (2007), juga berhasil mengorbit dan meramaikan kancah industri musik Indonesia. Di tahun 2011, kompilasi lagu-lagu grup musik Padi menjadi petanda perjalanan musik mereka berakhir. Berakhirnya kebersamaan bukan berarti karier musik Piyu menemui ujung jalan. Ia justru kian membuktikan bahwa musik adalah jalan hidupnya. “Buat saya, bermusik adalah salah satu tol atau jembatan yang bisa menjadi jalan hidup saya. Kenapa pengin di musik? Ya, saya nggak tahu, yang jelas saya ingin mencoba saja. Saya harus mencoba sampai entah itu berhasil atau gagal,” tutur musisi berusia 44 tahun itu ketika berkunjung ke Unair, beberapa waktu yang lalu Piyu, yang pernah menjadi mahasiswa S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun angkatan 1990, benar. Ia membuktikan bahwa dirinya masih bisa eksis. Prinsipnya, tak berhenti mengeluarkan karya. “Jadi, saya harus konsisten. Paling tidak, saya harus mengeluarkan karya setiap tahun. Entah itu buku atau film,” tutur penulis biografi “Life, Passion, Dreams, and His Legacy”. Pada tahun 2014, ia bertanggung jawab sebagai penata musik pada film “Aku Cinta Kamu”. Tahun 2016, ia merilis album Best Cuts of Piyu. Dalam album terbarunya, Piyu mendaur ulang lagu-lagunya terdahulu untuk dinyanyikan para penyanyi kekinian. Album Best Cuts of Piyu, pada Oktober 2016, mendapatkan penghargaan Triple Platinum setelah berhasil terjual 150ribu kopi. “Tahun 2017, masih berancang-ancang. Kemarin tanggal 1 (Agustus), saya rilis single (lagu) lagi sama Alex X-Factor. Terus saja. Bulan depan ada project film. Terus akhir tahun ini, insya Allah saya produksi film Sesuatu yang Indah. Gitu aja sih prosesnya berkarya,” imbuh Piyu. Ia menyadari bahwa musik telah menjadi kegemarannya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai iseng bermain alat musik bersama kawan-kawannya. Duduk di bangku sekolah menengah pertama, Piyu belajar bermain gitar dan membentuk grup musik di saat dirinya berseragam putih abu-abu. Sejak bermain gitar itulah, ia mulai belajar menciptakan lagu. Mengarang lirik-lirik puitis dan menggubahnya dengan nada-nada yang pas. Pengalaman pribadi dan daya imajinasi yang kuat menjadi kunci betapa lagu-lagunya masih diminati hingga kini. Karier bermusik lelaki kelahiran 15 Juli 1973 itu tak langsung sukses mengorbit seperti sejak dua dasawarsa lalu. Masuk kuliah di Unair pada tahun 1990, Piyu berhasil lulus pada tahun 1996. Sesaat sebelum lulus, Piyu merantau ke Jakarta. Ia bekerja serabutan dengan menjadi teknisi di bengkel. “Tapi, saya nggak menghasilkan apa-aa. Saya kembali dan menyelesaikan kuliah. Saya selesaikan skripsi baru saya wisuda,” ceritanya. Selama kuliah, Piyu juga menyibukkan diri dengan menjadi panitia acara-acara musik (event organizer). Di waktu senggang, Piyu menghabiskan waktu dengan teman-teman sebayanya. Setelah sempat ‘keluar’ dari jalur musik, Piyu akhirnya kembali menekuni hobinya. Ia mulai membentuk grup musik Padi dan menelurkan karya-karya terbaiknya. Konsistensi mengeluarkan karya dan bekerja sesuai minat bakat menjadi prinsip utamanya. Ia berpikir, bagaimana caranya agar dirinya bisa menciptakan musik yang tak gampang dilupakan. “Saya seriusin (musik) karena passion saya di sana (musik). Itu berhasil. Musik berhasil memperbaiki hidup saya. Saya nggak mau bikin lagu yang asal ngetop saja,” pungkas Piyu. Dari bermusik lah, ia berhasil membentuk grup musik Padi, lalu menjadi produser yang mengorbitkan nama-nama baru di belantika musik, menjadi penyanyi solo, mengisi latar musik dalam sebuah film maupun sinetron, hingga menulis buku. Semuanya tentang musik. Jatuh bangun juga pernah ia rasakan. Namun, lagi-lagi, musik berhasil ‘menolong’ hidupnya. “Musik yang memberi saya nafkah. Musik yang memberi saya rejeki. Ketika saya tinggalkan, alam semesta ini seolah menolak. Banyak sekali kegagalan. Pada saat yang bersamaan juga, musik lah yang menolong saya. Saatnya saya bergerak lagi. Saya reborn (lahir kembali),” kata penulis novel Sesuatu Yang Indah mantap. Meski bermusik telah memberinya asam manis dalam kehidupan dirinya, Piyu tetap ingin terus berkarya. Ayah tiga anak itu masih ingin membangun sebuah museum musik yang menceritakan tentang perjalanan karier grup musik Padi. Tak berhenti di situ. Gitaris asal Surabaya juga ingin membuat wahana bagi orang-orang yang ingin berkarya di jalur musik. Kepada generasi muda khususnya mahasiswa Unair, Piyu berpesan agar mereka memiliki impian besar. Agar impian terwujud, mereka harus membuat target jangka pendek. “Kita memang tidak tahu masa depan kita bagaimana, tapi kita punya garis-garis yang menentukan di mana posisi kita sekarang. Oh jadi ketika saya ada di sini, maka masa depan nanti begini. Intinya, kita harus tahu lima tahun ke depan harus jadi apa,” ucap Piyu. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengingatkan Direksi BPJS Kesehatan harus memastikan…