Korut Terbuka Berdialog dengan AS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa ia telah menyampaikan perihal tersebut kepada mitranya, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson saat keduanya bertemu di Wina, Austria, (07/12). VIENNA, Yuri Kowalsky. Korea Utara terbuka untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat terkait krisis nuklir yang memicu permusuhan antara keduanya. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Pihak Tillerson belum memberikan tanggapan, namun posisi resmi Kementerian Luar Negeri AS adalah Korea Utara harus menunjukkan keseriusan untuk meninggalkan program nuklir. Itu merupakan bagian dari kesepakatan komprehensif sebelum dialog dapat dimulai. Pernyataan Lavrov ini bertepatan dengan kunjungan seorang pejabat tinggi PBB, Jeffrey Feltman ke Korea Utara di mana ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Ri Yong-ho. Itu merupakan kunjungan pejabat tinggi pertama ke Korea Utara dalam enam tahun terakhir. Feltman adalah warga negara dan mantan diplomat AS. Namun Kemlu AS menekankan bahwa ia tidak menyambangi Korea Utara dalam kapasitasnya sebagai utusan AS. "Kami tahu bahwa Korea Utara sangat ingin berdialog dengan AS tentang jaminan keamanannya. Kami siap mendukungnya, kami siap ambil bagian dalam memfasilitasi negosiasi semacam itu. Mitra AS kami (termasuk) Rex Tillerson, telah mendengar kabar ini," tutur Tillerson seperti dilansir kantor berita Interfax dan dikutip dari The Guardian. Opsi diplomatik menggeliat di tengah meningkatnya desakan untuk menemukan cara baru meredakan ketegangan terkait uji coba nuklir dan rudal Korea Utara yang dinilai semakin ambisius. Kebuntuan krisis nuklir Korea Utara mencapai puncak baru pada 29 November, ketika negara itu melakukan uji coba rudal antarbenua (ICBM) baru, Hwasong-15, yang disebut mampu mencapai Washington, New York dan seluruh wilayah AS. Sebelumnya, pada September 2017, Korea Utara juga telah melakukan uji coba bom hidrogen. Pyongyang mengatakan bahwa latihan gabungan AS-Korea Selatan yang melibatkan ratusan pesawat tempur dan berbagai retorika keras Washington telah menjadikan pecahnya perang di Semenanjung Korea sebagai "fakta yang tak bisa dihindari". "Pertanyaannya sekarang adalah: kapan perang akan meletus?," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada Rabu waktu setempat. Pejabat Korea Utara dalam pertemuan informal belum lama ini mengatakan mereka sangat prihatin dengan ancaman "pemenggalan", yang ditujukan untuk menghabisi nyawa Kim Jong-un dan melumpuhkan sistem komando serta kontrol militer sebelum Pyongyang meluncurkan rudalnya. Ketegangan yang meningkat dan retorika mengancam telah memicu keresahan di seluruh dunia hingga kedua belah pihak dikhawatirkan tak mampu menahan diri untuk mendeklarasikan perang. Pyongyang sendiri menolak setiap usulan yang berujung pada perlucutan program nuklir dan rudalnya. Rezim tersebut bersikeras ingin dipandang sebagai kekuatan nuklir dunia. Sementara, AS menolak usulan "freeze for freeze" yang diajukan Rusia dan China. Usulan tersebut berbunyi, Washington harus membatasi latihan militernya di kawasan dan Pyongyang menangguhkan uji coba nuklirnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa pembicaraan langsung dengan Korea Utara "tidak ada di atas meja sampai mereka bersedia melakukan denuklirisasi". Meski demikian, Korea Utara dan AS dikabarkan menjalin kontak informal tahun ini yang melibatkan Joseph Yun, perwakilan khusus AS untuk kebijakan Korea Utara. Namun kontak yang dikenal dengan sebutan "New York channel" itu diputus oleh Korea Utara setelah Trump melontarkan ancaman saat berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada September 2017. Kabar lain menyebut terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa Pyongyang mungkin tertarik untuk memulihkan saluran komunikasi tersebut. 02
Tag :

Berita Terbaru

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengingatkan Direksi BPJS Kesehatan harus memastikan…

Airlangga Umumkan Kesepakatan Dagang antara Prabowo dan Trump

Airlangga Umumkan Kesepakatan Dagang antara Prabowo dan Trump

Jumat, 20 Feb 2026 20:28 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait…