Liburan Akhir Tahun, Ribuan Warga Surabaya ke LN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gaya hidup konsumerisme yang melanda masyarakat Surabaya, tak hanya terlihat saat hangout di kafe. Momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru juga sangat dinanti-nanti. Sebab ini menjadi momentum untuk menghabis-habiskan uang yang dikumpulkan selama setahun. Tak heran jika jalan-jalan ke luar negeri (LN), kini menjadi budaya warga kota Pahlawan di akhir tahun. Seperti menjelang tahun baru 2018 ini, banyak orang berduit asal Surabaya yang siap-siap merayakan pergantian tahun di negeri orang. Destinasi negara seperti Korea Selatan, Hongkong, Thailand dan Singapura masih menjadi favorit warga Surabaya. -------- Laporan : Firman Rachman – Ibnu F Wibowo, Editor: Ali Mahfud -------- Jumlah penumpang di Bandara Juanda yang bepergian ke LN pada hari terakhir masa libur sebanyak 4.870 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 di periode sama sebanyak 4.285 penumpang. Kebanyakan mereka tujuan Hong Kong dan Singapura. Bagaimana dengan kondisi saat ini? Ternyata, sudah banyak warga yang mengagendakan liburan ke LN. Bahkan, mereka telah mempersiapkan pemesanan tiket di agen travel sejak awal tahun 2017. Jika di awal tahun, harga tiket ataupun paket tour bisa didapat dengan harga lebih murah, meskipun tetap saja lebih mahal dari low season. Setidaknya, ini terlihat saat Surabaya Pagi mendatangi Rodex Tour and Travel, sebuah agen travel di Surabaya. Dari data mereka, hampir 2.000 orang telah melakukan pembelian tiket dan paket tour sejak jauh hari untuk dapat slot liburan. "Kalau dari data di Juanda saja sudah ada sekitar 1,2 juta orang bepergian dari Surabaya. Kalau spesifik di kami, kisaran sekitar 2000-3000 orang yang sudah jauh hari memesan tiket untuk di paket liburan ke luar negeri," terang Eva, marketing agen wisata tersebut saat ditemui di kantornya, Jumat (15/12/2017). Daftar harga yang ditawarkan setiap agen travel tentu sangat bervariasi. Meski dalam kenyataannya harga paket traveling melonjak dua kali lipat dari harga normal. Namun masih saja cukup tinggi antusiasme masyarakat untuk menikmati akhir tahun dengan berlibur ke luar negeri. Jika harga paket travel pada hari biasa berkisar Rp 4,5 juta untuk ke Singapura, maka untuk akhir tahun, harga bisa mencapai Rp 9,5 juta per orangnya. Selain itu, destinasi negara seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand dan Dhubai masih menjadi favorit warga Surabaya untuk memilih tempat berlibur akhir tahun. "Kebanyakan alasan para customer itu karena mereka bisa liburan bareng sekeluarga. Jadi meskipun mahal, masih tinggi juga permintaannya," imbuh Eva. Tren berlibur ke liar negeri bagi masyarakat dilihat Eva sebagai tren yang akan terus bertahan dan bahkan terus meningkat dari tiap tahunnya. "Sebetulnya dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan volume konsumen di kami. Itu pun bukan kalangan menengah ke atas saja. Banyak yang masih mahasiswa juga kok mas biasanya di Singapore atau Thailand, tapi tetep masih banyak yang Korea Selatan dari pada Eropa ataupun Amerika," papar dia. Bisa Foto-foto Felicia dan Adam, pasangan muda ini akan menghabiskan waktu ke Korea Selatan saat liburan Natal dan Tahun Baru 2018. I merogoh kocek hingga Rp 10 jutaan per orang untuk paket travel. “Sudah 3 tahun direncanakan, tapi baru keturutan sekarang. Pengennya bisa lihat kembang api di sana sih mas. Kalau di Surabaya ya gitu-gitu aja, itung - itung cari pengalaman baru sambil foto-foto, harus persiapan uang Rp 20 jutaan sih buat beli-beli oleh-oleh," ujar Felicia. Hal sama juga dilakukan Anita. Mahasiswi salah satu PTN di Surabaya tersebut mengaku sudah punya rencana untuk menghabiskan akhir tahun di Singapura. Ketika ditanya alasannya, dengan lugas Anita mengatakan hal tersebut dilakukan demi gengsi semata. "Foto-foto pesta tahun baru di Singapura kan lebih menarik buat dipajang di instagram. Makanya aku sama teman-teman sudah booking untuk hotel dan beberapa acara disana," jelas Anita kepada Surabaya Pagi, kemarin. Bagaimana terkait biaya? Wanita yang juga berprofesi sebagai model tersebut mengaku bahwa dirinya tidak ambil pusing soal hal tersebut. "Nggak mungkin terlalu mahal juga. Selama ke Malaysia, Singapura, Hongkong, atau Thailand pasti banyak promo kok. Mau dari travel agent konvensional atau aplikasi, pasti banyak promonya kalau kesana," katanya. Kemudahan fasilitas yang ditawarkan oleh negara tetangga, menurut Anita juga menjadi salah satu alasannya lebih suka untuk berlibur ke luar negeri. Ia berdalih, ada beberapa hal yang tidak bisa ia temukan di Indonesia namun dapat dengan mudah ditemui di negara tetangga. "Kalau di Singapura misalnya, disana ada Universal Studio yang disini belum ada tandingannya. Gampangnya gini deh, konsep hiburan yang mereka tawarkan itu jauh lebih variatif dan terawat. Bagian terakhir itu yang penting. Disini kadang lemah di bagian perawatan fasilitas. Apalagi kalau yang mengelola itu negara," cetus Anita. Cari Harga Promo Tidak jauh berbeda dengan Anita, Lusi yang merupakan karyawati swasta mengaku lebih memilih untuk berlibur ke luar negeri dengan alasan biaya. Beberapa destinasi pariwisata yang menarik di Indonesia, menurut Lusi tidak terjangkau bagi dompetnya. "Kadang ingin ke Wakatobi atau Labuan Bajo sih. Tapi, tiket PP ke sana jauh lebih mahal daripada tiket PP dan biaya hidup 3-4 hari di Malaysia atau Singapore dengan pola backpacking. Kan kalau negara-negara sekitaran Asia Tenggara saja itu promo banyak banget. Budget pun lebih bisa ditekan," kata Lusi, secara terpisah. Faktor trend ternyata juga menjadi salah satu alasan dibalik pilihan Lusi terkait destinasi wisata. "Lagipula, jalan-jalan ke luar negeri itu sekarang yang lagi happening. Banyak hal baru yang bisa dieksplore. Kalau udah ada temen yang upload foto mereka di negara mana gitu lewat facebook atau instagram, kan jadi pengen juga kita," beber Lusi. Jadi Tren Menanggapi fenomena tersebut Angga yang merupakan travel blogger asal Kota Pahlawan memandang bahwa saat ini tren bepergian ke luar negeri dalam momen liburan khusus seperti akhir tahun memang tengah merebak. Alasan dibalik hal tersebut, menurut Angga juga beragam. "Bisa karena ikut ajakan teman. Bisa juga karena iri dengan temannya yang upload foto-foto di luar negeri. Tapi menariknya, iri dengan foto-foto teman yang tersebar di sosial media ini sering kali menjadi alasan utama yang tidak mereka utarakan. Masyarakat kita ini kan latah. Kalau ada sedikit saja yang jadi tren, maka mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengikuti tren tersebut. Meskipun biaya yang dikeluarkan ini bisa berasal dari hasil kerja setahun," jelas Angga. Di sisi lain, mahalnya biaya untuk menjangkau beberapa destinasi wisata yang indah di Indonesia, menurut Angga juga menjadi salah satu alasan tersendiri. "Kalau bilang Raja Ampat atau Wakatobi misalnya, disana itu kondisi alamnya sudah sangat luar biasa. Untuk disulap menjadi semegah hiburan di Singapura atau Malaysia saja lebih dari mampu. Tapi, biaya untuk kesana saja ini sudah sangat mahal sekali. Bisa lima jutaan untuk sekali jalan. Selain itu, potensi disana juga belum digarap secara maksimal oleh Pemerintah. Hanya menjual sisi keindahan alamnya saja yang sudah ada dari sananya," pungkas Angga. n
Tag :

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…