Buzzer Jago Bajak Akun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Istilah buzzer makin dikenal ketika polisi berhasil menggulung sindikat buzzer Saracen, di medio Agustus 2017 lalu. Sindikat ini melakukan penyebaran kebencian dan serta isu SARA melalui media sosial. Tentu saja, kemampuan mereka mengutak-atik medsos, jauh di atas rata-rata kebanyakan orang. Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, Saracen bias masuk atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara ilegal. "Jejak digital, ditemukan ada sebuah Ilegal Access yang dilakukan Jasriadi terhadap akun Facebook milik seseorang yang dilaporkan di Polres Depok, sekitar Januari 2017," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Dia menerangkan, Jasriadi yang juga diduga sebagai aktor intelektual Saracen itu memiliki kemampuan untuk membajak akun media sosial orang lain. Dengan melakukan penelusuran jejak digital, dia menyebut bahwa pihaknya memerlukan waktu yang cukup dalam membongkar buzzer Saracen. "Ini pekerjaan butuh waktu besar, butuh ketekunan penyidik untuk meriksa satu per satu. Terkait digital akan ditelusuri satu satu apa yang jadi fakta hukum," tuturnya. Kelompok Saracen menetapkan tarif puluhan juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak. Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan. "Sekitar Rp 72 juta per paket," ujar Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Pol Awi Setiyono. Biaya tersebut meliputi biaya pembuatan situs sebesar Rp 15 juta dan membayar sekitar 15 buzzer sebesar Rp 45 juta per bulan. Ada pula anggaran tersendiri untuk Jasriadi selaku ketua sebesar Rp 10 juta. Selebihnya, biaya untuk membayar orang-orang yang disebut wartawan. Para wartawan itu nantinya menulis artikel pesanan yang isinya juga diarahkan pemesan. Polisi sendiri saat ini masih menunggu hasil laporan analisa dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam mengusut aliran dana sindikat Saracen. Setidaknya sudah ada 14 rekening diserahkan polisi ke PPATK. Sebenarnya fenomena buzzer sudah lama dikenal di Indonesia. Bahkan buzzer merupakan salah satu profesi yang cukup digemari oleh para pengguna akun media sosial yang dianggap sangat menjanjikan bagi mereka. Mengapa profesi buzzer sangat menjanjikan? Hal itu disebabkan karena hanya dengan bermodalkan skill untuk berkicau di sosial media maka seorang buzzer bisa mendapatkan sumber pendapatan. Maka dari itu, menjadi seorang buzzer merupakan salah satu profesi yang dianggap sangat menjanjikan untuk mereka yang sangat senang bermain sosial media. Saat ini dunia internet khususnya sosial media bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk mengaktualisasi diri melainkan dapat dijadikan sarana untuk melakukan pemasaran dan iklan. Sehingga hal tersebut menyebabkan profesi ini sangat berpeluang agar bisa mendapatkan menghasilan melalui sosial media. Pada mulanya, buzzer berawal dari event Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk melakukan kampanye pada pilkada Jakarta 2012 dan pemilu Indonesia 2014. Akibat dari efeknya yang amat sangat efektif dan masif sehingga pada akhirnya beberapa perusahaan juga mencoba untuk menggunakan cara ini dalam memasarkan produknya.bs
Tag :

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…