Pengacara Tegaskan Siti Aisyah Tak Sadar Jika Racuni Kim Jong-Nam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kuala Lumpur - Siti Aisyah, wanita Indonesia yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un, kembali disidang di Malaysia. Pengacara yang membela Aisyah menegaskan kliennya tidak sadar jika dirinya meracuni Kim Jong-Nam. Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/1/2018), Aisyah bersama wanita Vietnam bernama Doan Thi Huong didakwa membunuh Kim Jong-Nam, dengan mengusapkan racun VX ke wajahnya. Keduanya terancam hukuman mati jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan Malaysia. Dalam persidangan terbaru pada Selasa (30/1) ini, pengacara Malaysia yang membela Aisyah, Gooi Soon Seng, menegaskan di pengadilan bahwa kliennya berpikir mereka sedang bermain lelucon (prank) untuk sebuah reality show. Gooi menyatakan kliennya sama sekali tidak tahu jika dirinya meracuni Kim Jong-Nam. Gooi lantas berusaha menjelaskan bagaimana Aisyah yang tidak tahu apa-apa, bisa terseret kasus pembunuhan yang menarik perhatian internasional ini. Gooi juga menanyai kepala penyelidik kepolisian, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, yang hadir untuk memberikan keterangan terkait penyelidikan. Menurut Gooi, semuanya berawal pada 5 Januari 2017 saat Aisyah didekati seorang sopir taksi Malaysia di sebuah kelab malam setempat. Saat itu, sopir taksi bernama Kamaruddin Masiod alias John itu bertanya kepada Aisyah apakah dia ingin berpartisipasi dalam sebuah acara prank Jepang. Keesokan paginya, disebutkan Gooi, Kamaruddin mengenalkan Aisyah kepada seseorang bernama Ri Ji U di sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Kuala Lumpur. Ri yang merupakan warga Korut ini memperkenalkan diri sebagai pria Jepang bernama James. Setelah Aisyah menyepakati tawaran itu, dirinya ditunjukkan sejumlah video prank yang dimainkan seorang wanita yang tidak diketahui namanya. Pada hari yang sama, Aisyah melakukan aksi prank terhadap tiga pria yang lewat di dekat air mancur di luar pusat perbelanjaan itu. Gooi menyebut, saat itu Aisyah dibayar 400 ringgit (sekitar Rp 1,3 juta) oleh Ri. Saksi polisi, Wan Azirul, yang diminta mengkonfirmasi keterangan Gooi itu mengaku tidak tahu pasti kapan Aisyah melakukan prank di sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur. "Saya setuju bahwa Kamaruddin merupakan orang yang mengenalkan terdakwa pertama (Aisyah-red) kepada James, tapi waktu dan tempatnya, saya tidak yakin," ucapnya dalam sidang. Menanggapi jawaban Wan Azirul itu, Gooi lantas menyatakan bahwa pertemuan Aisyah, Kamaruddin dan Ri itu terjepret sebuah foto yang diambil di pusat perbelanjaan itu. Nama Ri sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun dia diyakini telah kabur keluar Malaysia dan kembali ke Korut beberapa saat usai pembunuhan Kim Jong-Nam terjadi. Dalam persidangan, Gooi kembali menegaskan bahwa pembunuhan Kim Jong-Nam ini didasari motif politik, dengan banyak tersangka penting terkait dengan Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur. Gooi mengindikasi bahwa dua terdakwa dalam kasus ini tidak sadar dirinya menjadi bidak dalam sebuah pembunuhan. Otoritas Korut telah menyangkal berbagai tudingan dari Korea Selatan maupun Amerika Serikat bahwa rezim Kim Jong-Un mendalangi pembunuhan Kim Jong-Nam. Persidangan akan dilanjutkan pada 8 Februari mendatang. (dtk/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di…