Israel Mulai Deportasi Ribuan Migran Afrika

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM - Otoritas imigrasi Israel mulai mengeluarkan perintah deportasi kepada pencari suaka dari Eritrea dan Sudan yang dilanda perang. Ini adalah langkah terakhir dalam rencana Israel untuk mengusir sekitar 40.000 migran Afrika, setelah masuk ke Israel secara ilegal selama dekade terakhir. Seorang pria yang mengatakan bernama Michael mendapat pemberitahuan deportasi. Pemberitahuan itu mengatakan paling lambat tanggal 1 April, ia harus pergi ke negara Afrika yang tidak disebutkan namun dilaporkan sebagai Rwanda. Michael mengatakan adalah salah jika Israel mendeportasi pengungsi, karena Israel tahu mereka akan menghadapi resiko kematian tertentu di Afrika. Tetapi pemerintah Israel menolak klaim pengungsi itu dengan mengatakan bahwa mayoritas pengungsi adalah migran ekonomi yang menginginkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Perintah deportasi itu adalah ultimatum: Para migran bisa menerima 3.500 dolar dan pergi secara "sukarela", atau menghadapi hukuman penjara. Pejabat Israel mengatakan orang-orang Afrika itu mengancam ciri Yahudi dari negara Israel dan menuduh mereka sebagai penyebab meningkatnya kejahatan dan merosotnya kualitas hidup di Tel Aviv selatan. Mai Golan, warga Israel yang tinggal di Tel Aviv selatan, mengatakan bahwa para migran harus pergi. Ia mengatakan penduduk Yahudi takut untuk berjalan-jalan, di mana mereka dilecehkan dan kadang-kadang dirampok, diperkosa atau diserang oleh orang-orang Afrika itu. Meski demikian, aktivis HAM Israel mengatakan kebijakan pemerintah itu menurut hukum internasional ilegal dan tidak bermoral. Anggota Parlemen Michal Rozin dari partai oposisi liberal Meretz mengatakan Israel mendeportasi para migran ke negara dimana masa depan mereka tidak menentu di Afrika, dan mengatakan Rwanda menyangkal setuju untuk menerima pada migran itu masuk ke negaranya. Para pengecam mengatakan Israel memiliki kewajiban moral untuk melindungi orang-orang Afrika tersebut, mengingat nasib pengungsi Yahudi yang diabaikan negara-negara Barat selama Holocaust. CR/beb (voai)
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…