Kelamaan Hidup dengan Manusia, Buaya Kojek Sulit Dilepas di Alam Liar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kojek si buaya gemuk memang sudah diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Namun Kojek tak akan dilepaskan ke alam liar.

"Agak sulit dilepaskan di alam liar," kata petugas Penyidik BKSDA Wilayah I Bogor, Ajat Sudrajat, Selasa (6/2/2018).

Ada hal-hal yang menyebabkan Kojek sulit hidup di alam liar. Kojek sudah terlalu lama berinteraksi dengan manusia. Kojek sudah dipelihara sejak ukurannya cukup untuk masuk ke kantong jaket pemilikya, Muhammad Iwan, 21 tahun lalu. "Sepertinya karena sudah terlalu lama berinteraksi dengan manusia, dan karena postur tubuh, juga karena Kojek tidak biasa berburu," kata Ajat.

Muhammad Iwan selalu memberi makan Kojek dengan makanan favoritnya, ikan mas hitam. Dulu, Kojek berukuran kecil dan kini badannya melar menjadi 2,75 meter. Lingkar perutnya sekitar 80 cm. Beratnya 200 kg.

Iwan si pemilik Kojek juga memberi syarat dalam penyeraan Kojek ke BKSDA. Syaratnya, Kojek harus dirawat di Taman Safari dan tidak dilepaskan di alam liar.

"Syaratnya dia ditempatkan di Taman Safari. Karena kalau di tempat lain, takut dipotong orang. Kalau dilepaskan di alam liar, takutnya berantem dengan buaya yang lain. Karena buaya itu biasa disuapi," tutur Ajat.

Kini buaya muara itu berada di tempat yang hangat di Taman Buaya, Taman Safari. Kojek ditangani oleh para pakar buaya. Ajat menyatakan kondisi Kojek baik-baik saja.

"Di Taman Buaya, ada tempat penyesuaian lingkungan dan cuaca, jadi buaya itu bisa beradaptasi pelan-pelan," kata dia.

Kojek diserahkan oleh Iwan kepada BKSDA pada Minggu (4/2) lalu. Sebelumnya, Kojek dipelihara Iwan di kediaman pribadi, Kelurahan Sempur, KEcamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (dtk/cr)

Tag :

Berita Terbaru

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi peningkatan permintaan mencapai 50% di mana sejak awal…

Lewat ‘Si Samawa’, Pemkot Madiun Integrasikan Layanan Nikah hingga Adminduk Lebih Cepat

Lewat ‘Si Samawa’, Pemkot Madiun Integrasikan Layanan Nikah hingga Adminduk Lebih Cepat

Kamis, 26 Feb 2026 11:44 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui aplikasi "Si Samawa" atau Sistem Informasi Kerja Sama Kepala Kantor Kementerian Agama dengan Wali Kota, Pemerintah Kota…

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

Kamis, 26 Feb 2026 11:38 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Selama Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah berkomitmen dengan menyiapkan skema intervensi pangan terpadu…

Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro Komitmen Jaga Pasokan Bapok

Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro Komitmen Jaga Pasokan Bapok

Kamis, 26 Feb 2026 11:16 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Selama Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, bakal menggelar gerakan pangan murah di sejumlah wilayah…

Penganggaran JKN Rp38 Miliar Dinkes Madiun Dipersoalkan

Penganggaran JKN Rp38 Miliar Dinkes Madiun Dipersoalkan

Kamis, 26 Feb 2026 09:17 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 09:17 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Polemik penganggaran swakelola di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun kembali mencuat. Setelah sorotan terhadap input swakelola…

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan gaji atau honor ganda akibat rangkap jabatan di Kabupaten P…