Guru Menolak SK Penugasan dari Bupati, Ini Penyebabnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Meski sudah mendapatkan SK Penugasan dari bupati, namun para guru dan pegawai tidak tetap di Lamongan malah menolaknya, karena SK tersebut dianggap masih belum bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Penolakan itu disampaikan oleh perwakilan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), didepan anggota komisi D DPRD Kabupaten Lamongan dan Dinas Pendidikan, saat hearing di gedung DPRD setempat, Senin (19/3). Surat Keputusan (SK) Bupati Lamongan itu seperti yang disampaikan oleh Sukron Koordinator GTT dan PTT menyebutkan, kalau SK penugasan sebagai tenaga pendidik dan pegawai administrasi, masih dianggap tidak berimplimintasi apapun terhadap nasib GTT dan PTT, dalam peningkatkan kesejahteraan. "Yang kami inginkan adalah SK pengangkatan bukan SK penugasan, karena dengan SK Pengangkatan tersebut sebagai referensi untuk mendapatkan NUPTK bagi yang belum punya. Dan NUPTK tersebut salah satu syarat untuk mengikuti sertifikasi," ujarnya. Selama ini lanjutnya, kesejahteraan guru dan pegawai tidak tetap sangat minim, padahal tugasnya cukup berat dalam ikut mencerdaskan anak bangsa. "Maka dengan SK Pengangkatkan dari Bupati diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan karena salah satu dampak dari sertifikasi guru adalah mendapatkan tunjungan," jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito yang ikut hadir dengan jajarannya mengatakan, kalau Dinas Pendidikan berharap agar para GTT/ PTT menerima SK Penugasan tersebut. Karena dengan menerima SK penugasan itu, mereka guru dan pegawai tidak tetap akan menerima anggaran dari daerah. “Kita ini selalu berusaha agar seluruh anggota GTT/PTT kesejahteraanya terangkat. Maka dari itu berharap agar SK Pengangkatan dari Bupati diterima,” tegas Adi Suwito serius. Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl, menegaskan pihak terus berupaya tenaga pendidik yang tergabung dalam GTT atau PTT mengingat tugas mereka sangat penting dalam mencetak generasi pengganti generasi yang saat ini sedang menduduki posisi penting dan strategis di segala bidang. “Kami berharap Pemda memberi perhatian lebih pada GTT/PTT karena tugas mereka sangat berat dalam menciptakan generasi massa depan, termasuk menciptakan generasi yang melangsungkan pembangunan Lamongan ke depan,” pungkas pria yang juga politisi asal PAN Lamongan itu. Hal senada juga disampaikan, anggota Komisi D DPRD Lamongan, Mahfud Shodik. Bahkan pihaknya telah melakukan beberapa kali kunjungan ke kabupaten lain mencari referensi agar GTT/PTT semakin lebih baik. “Kita sudah melakukan studi banding ke sejumlah daerah, diantaranya untuk mencari hal yang terbaik bagi GTT/PTT. Intinya jangan sampai ada kebijakan yang justru bertentangan dengan aturan yang sudah ada dan lebih tinggi," jelas Mahfud Shodik serius.jir
Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…