Forkopimda Wartawan dan Netizen Kompak Perangi Berita Hoax

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Deklarasi berita anti hoax terus disuarakan seantero wilayah Lamongan oleh Polres ke semua elemen masyarakat. Kali ini Polres menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wartawan dan Netizen untuk memerangi berita palsu yang bisa mencerai beraikan NKRI. Deklarasi anti berita hoax tersebut digelar di Grand Hotel Mahkota, yang dikemas dengan Forum Group Discution (FGD), Rabu malam (21/3), sebagai kelanjutan pada deklarasi sebelumnya dengan ribuan LA Mania sebutan suporter Persela Lamongan. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menyebutkan, kegiatan silaturahmi seperti ini, karena diinisiasi oleh Kapolri atas kondisi dan situasi negara atas banyak beredarnya informasi tidak benar atau hoax. Kegiatan ini lanjutnya, sebagai memontem untuk meningkatkan sinergitas guna menyamakan persepsi, visi dan misi, agar Negara Indonesia khususnya di Lamongan ini masih dalam bingkai NKRI. Lebih jauh kata Kapolres, saat ini berkembang dengan cepat berita seiring dengan perkembangan teknologi, namun berita tersebut juga tidak sedikit hoax, yang mengarah pada usaha untuk memecah belah sesama anak bangsa, dan berita itu kecenderunganya sudah mengarah diproduksi baik pereorangan maupun lembaga. Ia lalu mencontohkan, terkait kasus Saracen dan MCA, yang kental beritanya mempolitisasi isu sara, karena sara merupakan hal yang sensitif dan mudah untuk memperkeruh suasana. Dan terbaru Polisi masih mendalami kelompok penyebar fitnah yakni Islam Ciber Community (ICC), yang mengatasnamakan simbul agama juga, seperti MCA. Lebih jauh Kapolres menyebutkan kalau Lamongan situasinya sangat kondusif terkait isu sara tidak ada, dan Lamongan guyup, tapi kekhawatiran tetap ada seiring dengan perkembangan media sosial seperti saat ini. "Medsos tidak ada filter, Netizen dan wartawan saya berharap memberikan contoh dan teladan dalam menggunakan medsos, dan dalam memberitakan informasi, dan hati-hati untuk tidak menshare berita hoax, kalau itu dilakukan akan berimplementasi pada hukum," pesan Kapolres menegaskan. Ketua PWI Bachtiar Febrianto dalam sambutanya menyampaikan dan mengajak para netizen untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial, dan tidak gampang mengaploud berita yang belum tentu kebenaranya. "Sepanjang berita itu belum muncul di media mainstream tentunya masyarakat jangan gampang menshare berita-berita di Medsos apalagi berbahu sara," pesanya. Lebih jauh kata Febri, media mainstream dan medsos punya peran hampir sama dalam mengabarkan. Hanya saja kalau media mainstream setiap peristiwa apapun ada konfirmasnya, dan berbeda dengan medsos. "Kalau wartawan dan meliput ada kode etik jurnalistik, berbeda dengan netizen, ketika mengetahui apapun bisa langsung dishare, tanpa harus konfirmasi, karena demikian itu netizen harus bijak menggunakan medsos." Bupati Lamongan, H Fadeli dalam sambutanya menyebutkan, kalau perkembangan teknology ini harus disikapi dengan bijak. Ia menilai antara berita benar dan berita hoax beda tipis perbedaan. Yang harus diwaspadai lanjutnya, masyarakat jangan menelan begitu saja informasi. "Kita tahan dulu untuk tidak muda terprovokasi adanya berita apalagi diaploud di medsos, karena itu nantinya akan merugikan, seperti ujaran kebencian dan lainnya," ungkapnya. Fadeli dalam kesempatan itu mengapresiasi kegiatan FGD yang diinisiasi oleh Kapolres Lamongan ini. Kegiatan silaturahmi antara Forkopimda wartawan dan netizen ini cukup membantu dalam upaya menjaga daerah agar tetap kondusif. "Terima kasih pak Kapolres kegiatan ini bisa menjadi awal yang cukup baik dalam menjaga situasi dan kondisi daerah untuk tetap kondusif, dan menyamakan visi misi dalam bingkaian NKRI," pungkasnya. jir
Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…