Kisah Sulthan, Bocah Penderita Tumor Selaput Otak, Sempat Trauma Jalani Pen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Sulthan Mahudin (14) sempat putus harapan melanjutkan pendidikan karena tumor selaput otak yang ia derita. Sebab, tumor tersebut juga menyerang mata sebelah kiri bocah asal Tanoh Dapet, Celala, Takengon, Nangtroe Aceh Darussalam ini. Hingga saat ini Sulthan telah 8 tahun tidak melanjutkan pendidikannya. Kini, Sulthan sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (RS PHC) Surabaya. Rangkaian tindakan ia terima sejak pertengahan Februari 2018 usai secara tak sengaja berjumpa dengan CEO Pelindo III, Ari Askhara di Jakarta. Ayah dari Sulthan, Jemalim (45) mengungkapkan sejak usia 8 tahun ada bintitan kecil pada mata sebelah kiri Sulthan. Lama-kelamaan pengelihatannya memburuk dan Sulthan malu untuk ke sekolah. “Matanya mulai membengkak sejak setahun terakhir,” kenangnya letika ditemui di RS PHC Surabaya, Selasa (27/3/2018). Sekarang kondisi Sulthan sudah mulai membaik, harapannya mata sebelah kiri yang telah dioperasi juga berangsur-angsur pulih. Rachmad Syahputra, pendamping dari C-Four (Children Cancer Care Community) mengungkapkan kondisi Sulthan saat ditemui hanya mendapat perawatan tradisional. Sulthan diketahui menderita tumor setelah mendapat perhatian mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata di kampungnya. “Saat dibawa mahasiswa ke kami sebagai komunitas yang peduli pada anak kanker, kami segera fasilitasi bertemu donatur dan diperiksakan secara medis,” ujarnya. Rachmad mengungkapkan, kondisi Sulthan yang diobati secara tradisional tak lepas dari trauma keluarga. Sebab, saat sultan mengalami bintitan, ibunya juga mengalami hal yang sama dengan ukuran lebih besar. “Ibunya empat tahun mengalami hal yang sama dan dirawat dirumah sakit, sayangnya sebelum operasi sudah meninggal,” jelasnya. Kondisi Sulthan yang mengalami hal serupa di tahun ketiga ibunya dirawat, membuat pihak keluarga menganggapnya turunan dan memilih perawatan tradisional. Bantuan dan koneksi donaturlah yang kini membuat Sulthan memperoleh pengobatan dan perawatan pengangkatan tumor. Setelah mendapat pengobatan dan perawatan ini, Sulthan mengungkapkan rasa bahagianya mendapat kesempatan terbang ke Surabaya, sekaligus pengobatan. Iapun ingin kembali melanjutkan pendidikannya dengan menempuh pendidikan kesetaraan. “Saya pingin bisa sekolah lagi, sudah senang sekali bisa dibantu seperti ini,” ucapnya terharu. Selanjutnya untuk proses rehabilitasi pasca operasi, rencananya akan dilakukan di rumah sakit terdekat dengan domisilinya. Sulthan sendiri dapat diperkirakan pulang pada tanggal 27 Maret 2018. Di mana proses pencabutan dan pembersihan jahitan telah selesai. (sry/03)
Tag :

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…