SURABAYAPAGI, Jakarta-- Momen hari raya Idul Fitri harus bisa menggerakkan ekonomi sektor riil di daerah-daerah yang menjadi tujuan pemudik. Pendapatan masyarakat yang biasanya terakumulasi di kota, bakal mengalir ke daerah-daerah.
Presidium Nasional KAHMI dan Founder KAHMIPreneur Kamrusammad menuturkan, dari data yang didapatkannya angka pemudik tahun kemarin mencapai 30 juta orang, sehingga ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 27 juta pemudik. Dengan demikian, redistribusi pendapatan hasil aktivitas para pemudik pada momen Lebaran sekitar Rp90 triliun. “Dana itu mengalir dari pembayaran zakat, transportasi, konsumsi, belanja dan yang lainnya,” tuturnya.
Kamrussamad mengharapkan dalam mudik ada Proses transfer knowledge tentang jiwa entrepreneur kaum urban selama ini hidup dikota dengan kompetisi dalam menciptakan kemandirian ekonomi kepada keluarga didesa. Sehingga terjadi redistribusi aset pendapatan dan redistribusi pengetahuan entrepreneur.
Selain itu, meningkatnya arus mudik dan adanya jaminan pelayanan optimal transportasi mudik dinilai bakal membawa perekonomian daerah akan membaik. Serta meningkatnya transaksi perdagangan di seluruh Tanah Air sejalan dengan bertambah besarnya peredaran uang. Dia melanjutkan, momentum mudik lebaran harus digunakan untuk pengembangan potensi riil. Pasalnya hal tersebut untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Dia juga berharap kesadaran pemudik harus ditingkatkan untuk menumbuhkan investasi di daerah masing-masing melalui peningkatan investasi sebagian dana yang dibawa ke desa untuk kegiatan-kegiatan produktif di sektor UMKM, industri rumahan, peternakan. “Jadi sebenarnya momen mudik bisa dimanfaatkan untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Untuk itu, dirinya meminta pemerintah untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjaga investasi lokal yang tentunya memanfaatkan ekonomi lebaran untuk mengembagkan ekonomi daerah. Oleh karenanya, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik maka pemerintan diminta meningkatkan kualitas layanan sarana dan prasarana pendukung kegiatan ekonomi seperti pasar, pertokoan, pujasera, jalan, perlu terus ditingkatkan peran serta kalangan swasta dalam mendukung penyelenggaraan berbagai event atau media promosi daerah yang menyebar di berbagai pusat-pusat keramaian/tempat-tempat wisata yang menjadi tujuan para pemudik.ds
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh perlawanan hukum yang dilakukan advokat terdakwa Tho…
Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB
SurabayaPagi, Surabaya – Aktris Nirina Zubir menjalani transformasi fisik dalam film terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu. Ia memerankan karakter Ristiana, s…
Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB
SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sidang dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 untuk Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, G…
Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB
SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT PLN (Persero) telah diselenggarakan di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (…
Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB
SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dukungan kepada Emil Elestianto Dardak untuk k…
Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB
Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komitmen Partai Demokrat untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat t…