SURABAYAPAGI, Probolinggo- Pemerintah Kota Probolinggo masuk Top 99 Sistem Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia. Inovasi tersebut adalah “Pelita Si Abah” (Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan). Presentasi program dilakukan di Gedung Kemenpan RB pada Kamis (19/07/2018).
Pelita Si Abah adalah program yang bekerjasama dengan BPPT RI (Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi). Sebelumnya limbah tahu sebagai masalah pencemaran lingkungan, namun kini Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan terobosan dengan mengolah limbah pabrik tahu menjadi Biogas, limbah tahu diolah sedemikian rupa menjadi manfaat dan di salurkan ke warga pada Pabrik Tahu Proma Kelurahan Sumbertaman.
Kepala DLH Budi Krisyanto mengatakan, inovasi pelayanan publik Pelita Si Abah, dengan memanfaatkan limbah pabrik tahu banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya inovasi ini, limbah yang dulunya sangat mengganggu sekarang menjadi manfaat melalui inovasi ini " ujarnya
DLH mempunyai tanggung jawab berkenaan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, salah satu bagian dari itu, menyangkut bagaimana bisa mengelola limbah dari sebuah perusahaan atau usaha masyarakat supaya limbah ini bisa terkelola dengan baik, sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan. Maka dari itu kita upayakan limbah pabrik tahu di Kota Probolinggo ini, ada sekitar 10 pabrik tahu yang sudah dikerjakan mulai tahun 2014 karena sebelumnya berpotensi cemari badan sungai Kedung Asem, sehingga kualitas airnya tidak bagus.
“Kedepan dengan kelola limbah tahu ini, kualitas badan sungai lebih baik bisa meningkat dan dari proses limbah tahu bisa dihasilkan sebuah energy baru, ini selaras dengan kebijakan nasional bagaimana upaya Pemerintah Daerah atasi krisis bahan bakar dari fosil, salah satunya harus di kembangkan energy terbarukan melalui pengolahan limbah tahu ini,” paparnya.
Berdasarkan hasil pantauan dan sebagainya, limbah tahu ini cukup berikan manfaat, tahap pertama bisa berikan manfaat 25 KK dan di kembangkan sekarang menjadi 46 KK, intinya ada penghematan yang sebelumnya memasak menggunakan LPG, sekarang dengan adanya biogas yang dihasilkan pengolahan limbah tahu ini bisa mengurangi biaya, ini akan berdampak yang lain menjadi struktur dan fasilitator untuk kembangkan ke pabrik tahu lain.
“Di samping ini kebijakan nasional, DLH menginisiasi kemudian ajak masyarakat karena ini keputusan bersama masyarakat merancang olah limbah pabrik tahu menjadi ‘Pelita Si Abah’ (Pemanfaatan Limbah Tahu sebagai Alternatif Bahan Bakar Murah dan Ramah Lingkungan),” tandasnya.ard/*
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan m…
Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Meski menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, para atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun tetap menjalani latihan rutin sebagai per…
Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN di Jawa Timur resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Dewan Pimpinan…
Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lamongan resmi menerima Motor Tosa, yang diserahkan secara simbolis…
Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Partai Demokrat Jawa Timur untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus m…
Jumat, 13 Mar 2026 17:27 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 17:27 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Jajaran Polres Blitar terus melakukan berbagai upaya dalam memberikan pelayanan pengamanan kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan…