Jual Buaya, Diciduk Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Unit Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) dan Resmob Satreskrim Polres Lumajang membongkar praktik bisnis satwa dilindungi, Kamis (26/07/2017) kemarin di Lumajang. Hal yang sama juga dilakukan oleh Polres Probolinggo. Terkait dengan hal itu, polisi berhasil menyita 5 ekor burung yang dilindungi dan seekor buaya muara. seua hewan tersebut kini diserahkan ke BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur. Dalam pengungkapan itu, Polres Lumajang mengamankan barang bukti 5 ekor burung yang terdiri dari 1 ekor burung rangkong dan 4 ekor burung elang alap-alap di rumah terduga pelaku. Semua jenis burung tersebut merupakan satwa dilindungi yang masuk dalam daftar lampiran Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. 5 ekor burung itu diamankan dari rumah MT, di Desa Mlawang, Klakah, Lumajang. MT diduga kuat menyimpan dan memperjualbelikan berbagai jenis satwa yang dilindungi di kediamannya. "Sayang, saat kami menggerebek rumahnya, MT sudah tidak di rumahnya. Tapi kami akan terus memburunya," sebut Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, kemarin. Hasran menambahkan, MT diduga menjadi salah satu sindikat besar perdagangan satwa dilindungi di Jawa Timur yang sering melakukan praktik jual beli melalu media sosial Facebook. "MT juga tercatat sebagai mantan napi terpidana narkoba yang bebas tiga bulan lalu," beber Hasran. Terpisah, Nandang Prihadi, Kepala BBKSDA Jawa Timur menyampaikan, di hari yang sama pihaknya juga menerima penyerahan barang bukti seekor buaya muara. Buaya muara itu hasil operasi yang dilakukan Polres Probolinggo dari seorang warga Probolinggo yang diduga menjadi bagian sindikat jual beli satwa secara online. "Semua barang bukti tersebut kami amankan di Kantor SKW VI Probolinggo. Sedangkan pemilik buaya muara masih dalam pemeriksaan penyidik Polres Probolinggo. Dan pemilik 5 ekor burung dilindungi masih jadi DPO," tandas Nandang.lam
Tag :

Berita Terbaru

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…