Libatkan Pejabat, Korupsi Kasus Ruislag Manyar Dibongkar Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus korupsi yang melibatkan pejabat aktif dengan direksi perusahaan swasta pada tahun 2001 lalu kini dibongkar unit tipikor Satreskrim Polrestabes Surabaya. Hal tersebut dilakukan setelah pada 2016 lalu muncul laporan pihak pemerintah kota Surabaya yang memyatakan ada penyelewengan kewenangan atas perjanjian ruislag (tukar guling) aset tanah milik negara dengan pihak swasta. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyebutkan jika proses terjadinya tindak pidana korupsi itu melibatkan pejabat pemerintah kota Surabaya aktif pada tahun 2001, dimana pengesahan obyek ruislag dinyatakan tidak sesuai dengan isi perjanjian. "Jadi prosesnya ada audit dulu pada sekitar tahun 2016,kemudian muncul kekurangan luas tanah sekitar 7000 meter persegi dari kesepakatan yakni 90.000 meter persegi di kelurahan Keputih yang harusnya disediakan oleh PT APU (Abadi Purna Utama) setelah pemerintah menyerahkan sekitar 56.487 meter persegi di kelurahan Manyar Sabrangan," beber Sudamiran, Selasa (25/9) sore. Dalam kasus korupsi di era walikota Sunarto Sumoprawiro itu, penyidik menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah MJ mantan pelaksana tugas sekertaris kota Surabaya, SG mantan Kabag Pemerintahan, HF dan LJ selaku mantan direktur PT. Abadi Purna Utama. Lebih lanjut, Sudamiran menjelaskan mengapa keempat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak ditahan. "Jadi pertimbangan kami karena yang bersangkutan pro aktif, kemudian sangat kooperatif dan tidak menghalang-halangi proses penyidikan. Meski begitu perkara ini tetap akan kami proses sesuai dengan mekanisme yang ada," tandasnya. Akibat kelakukan empat tersangka itu, negara dirugikan senilai 8 Milyar rupiah dengan perhitungan Nilai Jual Obyek Pajak pada tahun 2001. Jika dikurskan dengan nilai NJOP saat ini, nilai kerugian negara mencapai 300 Milyar rupiah. Rencananya, luas tanah sebesar 7000 meter persegi itu akan dibangun komplek pertokoan. Namun hingga saat ini,obyek tanah yang ada di kelurahan keputih tersebut masih kosong dna berupa tanah lapang.
Tag :

Berita Terbaru

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo– Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong perubahan mendasar dalam paradigma penyelenggaraan acara (event) nasional di I…

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Organisasi DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Sidoarjo 2026 – 2031 menggelar rapat perdana usai terbentuk k…

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Turut serta meramaikan CFD (Car Free Day) Kabupaten Sidoarjo, SMP Negeri 1 Sedati dengan peserta didiknya yang tergabung dalam…

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat potensi budidaya ayam hasil persilangan yang dikenal dengan sebutan ayam Sengkuni yang banyak diminati karena…

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat, kini sejumlah operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi…

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Serangan hama tikus di kawasan Lumajang, Jawa Timur mengakibatkan sejumlah petani meringis. Pasalnya, imbas hama tikus tersebut,…