Residivis Pencurian Tas Milik Mahasiswa Dibekuk Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Sukolilo - Meski pernah ditahan dalam kasus pencurian tas milik mahasiswa di Institus Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) pada tahun lalu, tak membuat Abdul Latif Daulali jera. Buktinya, baru dua bulan keluar dari penjara, pria 35 tahun itu mengulangi kembali aksi kejahatannya itu. Modusnya pun sama. Dalam waktu dua bulan saja, sudah empat tas milik empat mahasiswa di dua Kampus ternama Surabaya raib digondol pelaku. Sasarannya, mereka yang sedang melaksanakan ibadah di dalam masjid, atau yang sedang melaksanakan aktifitas olahraga di lapangan. Modus pria yang tinggal di jalan Kedung Turi II/9A Surabaya itu menyaru sebagai orang yang sedang beribadah didalam masjid atau sedang menunggu anaknya di dalam kampus. Saat korban lengah, tas yang ditinggalkan oleh korban langsung digasak oleh pelaku. Kapolsek Sukolilo, Kompol Ibrahim Gani menyebutkan, awal mula penangkapan tersangka berkat rekaman Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang disekitar lokasi. Dalam rekaman itu, polisi mengidentifikasi pelaku yang tak lain adalah pemain lama. " jadi kami mendapat laporan dari korban yang selanjutnya kami dalami. Kami ambil rekaman CCTV di lokasi. Saat kami pelajari, pelaku ini identik dengan pelaku yang kami tangkap satu tahun lalu. Kemudian kami buka arsip dan menemukan alamat yang bersangkutan. akhirnya kami pantau terus. Saat pelaku ini pulang kami tangkap tanpa perlawanan. Pelaku juga mengakui perbuatannya," beber Gani, Minggu (30/9) siang. Lebih lanjut, saat diamankan,pelaku kedapatan membawa dua buah barang bukti hasil kejahatan yang belum sempat terjual. "Dirumahnya kami temukan laptop dan handpone milik korban yang belum sempat dijual," tambah Gani. Sementara itu, pria yang berstatus sebagai duda ini mengaku jika dirinya tak punya keahlian lain selain mencuri. Biasanya, pelaku menjual barang hasil curiannya di pasar Wonokromo dengan harga yang bervariasi. Selain itu guna mengelabuhi, tas milik korban dibuang ke beberapa tempat berbeda setelah menguras isi dalam tas tersebut. "Terpaksa mas, gak ada pekerjaan lain. Tasnya saya buang ke selokan kalau gak gitu tempag sampah. Isinya sudah saya bawa untuk dijual mas," aku tersangka. Kebutuhan ekonomi membuat Abdul Latif nekat, meski pernah merasakan dinginnya lantai tahanan. Kini bapak satu anak itu kembali merasakan lantai tahanan dengan jeratan hukum yang lebih berat. fir
Tag :

Berita Terbaru

Kinerja APBN Mojokerto Raya Terjaga Baik Ditengah Guncangan Ekonomi Global

Kinerja APBN Mojokerto Raya Terjaga Baik Ditengah Guncangan Ekonomi Global

Selasa, 28 Apr 2026 10:25 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 10:25 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kondisi carut marut perekonomian global dampak dari perang di timur tengah tak membuat kinerja APBN Mojokerto Raya…

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…