Cegah Stunting di Lamongan, PKK Gandeng Kemendikbud Beri Edukasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Banyak cara yang ditempuh Tim Penggerak PKK Lamongan dalam upaya mencegah terjadinya anak dengan kondisi stunting, salah satunya menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan edukasi. Edukasi ini seperti yang disampaikan oleh Makhdumah Fadeli ketua TPPKK Lamongan sangat penting, agar pengetahuan orang tua dalam pemenuhan gizi anak, baik saat di kandungan maupun di masa awal tumbuh kembangnya bisa menjadi modal tersendiri bagi orang tua untuk merawat anaknya. "Edukasi ini akan digelar secara simultan hingga 14 Nopember mendatang di sejumlah lokasi di Lamongan, dalam rangkaian pencanangan gerakan Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,"terang Makhdumah Fadeli saat membuka pencanangan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Pendopo Lokatantra, Kamis (8/11). Disebutkan olehnya, Makhdumah Fadeli menyayangkan masih ditemuinya anak dengan kondisi stunting di Lamongan. Padahal Lamongan kaya akan sumber pangan, mulai dari padi, jagung, hingga ikan. Bahkan beberapa hari lalu Lamongan telah menerima penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Award bidang Inovasi Konsumsi Pangan Lokal dari Gubernur Jawa Timur. Kondisi itu menurutnya dimungkinkan bisa terjadi karena adanya kurangnya pengetahuan orang tua dalam pemenuhan gizi anak, baik saat di kandungan maupun di masa aweal tumbuh kembangnya. Oleh karena itu Pemkab Lamongan melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, “ ujarnya. Sementara Indro Suharto menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek di usianya. Akibat dari stunting, selain tubuh menjadi kerdi, kecerdasan juga tidak berkembang secara optimal sehingga melahirkan generasi yang lemah dan tidak berkualitas. “Jika kondisi ini dibiarkan maka tidak mustahil bahwa 10 tahun atau 15 tahun ke depan, tidak akan pernah lahir generasi penerus bangsa yang patut dibanggakan untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ungkap Indro Suharto. Sedangkan Nanik Suwaryani meyakinkan bahwa Kemendikbud telah melakukan berbagai program intervensi penanganan stunting. Dia menjelaskan program tersebut dilakukan melalui serangkaian kampanye, publikasi, sosialisasi, informasi dan edukasi perilaku hidup sehat. Kemudian mengajarkan pembiasaan hidup sehat dan makanan sehat, layanan PAUD 0-3 tahun, dan program peningkatan mutu layanan PAUD melalui peningkatan kompetensi guru PAUD. “Selanjutnya dengan melaksanakan program bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, serta peningkatan kompetensi penilik, pamong, tutor dan instruktur pendidikan pertama,” jelas Nanik Suwaryani. Ditambahkan olehnya, implementasi edukasi ini juga sudah harus diterapkan orang tua sejak anaknya dalam kandungan sampai dengan berusia 2 tahun. Saat hamil, kata dia, ibu harus mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, mengonsumsi tablet penambah darah, memeriksakan kehamilan secara rutin serta menjaga kestabilan emosi dengan berpikir positif. Kemudian saat bayi berusia 0-12 bulan agar disediakan benda berbagai bentuk, warna, pola dan bunyi, banyak mengajak berbicara dengan bertatap muka, memvariasikan makanan bayi sesuai usia serta mengajaknya bermain. Sedangkan ketika bayi berusia 13-24 bulan, agar mengasah kemampuan berpikirnya. Salah satunya dengan mengajak bermain peran, mengasah kemampuan berkomunikasi melalui membacakan buku cerita, mengasah kemampuan bersosialisasi dengan mengenalkan lingkungan sekitar. Selain di Pendopo Lokatantra, Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan juga akan diadakan di MAN Lamongan, SMPN 1 Babat dan Ruang Pertemuan Desa Kemantren Paciran. Hadir pula dalam kesempatan itu Kasubbid Pendidikan Anak dan Remaja Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nanik Suwaryani dan Kabid PAUD Dinas Pendidikan Lamongan Indro Suharto.jir
Tag :

Berita Terbaru

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…

Irish Bella, Dikelilingi Calon-calon Dokter

Irish Bella, Dikelilingi Calon-calon Dokter

Senin, 27 Apr 2026 21:55 WIB

Senin, 27 Apr 2026 21:55 WIB

SURABAYAPAGI-Irish Bella mengaku sangat bersyukur karena, proses adaptasi menjadi ibu sambung berjalan dengan sangat lancar dan penuh kehangatan.Aktris berusia…

Peraturan Menkeu Pengurusan Piutang Negara, Terbit

Peraturan Menkeu Pengurusan Piutang Negara, Terbit

Senin, 27 Apr 2026 21:50 WIB

Senin, 27 Apr 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : Hadir Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 240 Tahun 2016 tentang Pengurusan Piutang Negara.…

Sisipkan Adiknya Jadi Pajabat TGUPP

Sisipkan Adiknya Jadi Pajabat TGUPP

Senin, 27 Apr 2026 21:45 WIB

Senin, 27 Apr 2026 21:45 WIB

SURABAYAPAGI : Terbaru, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mencopot adiknya, Hijrah Mas'ud dari jajaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).…

Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh Iran

Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh Iran

Senin, 27 Apr 2026 21:40 WIB

Senin, 27 Apr 2026 21:40 WIB

SURABAYAPAGI : Situasi di jalur laut memanas menyusul Garda Revolusi Iran dilaporkan menghadang dua kapal kargo di dekat Selat Hormuz.Harga minyak mentah Brent…