SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Ribuan warga memadati Taman Rekso Wilis, Desa Sareng, Kecamatan Geger, pada malam pembukaan Sepasar Ing Madiun 2026 (Sepasma), Senin (22/6/2026) malam.
“Alhamdulillah luar biasa. Sampai jam segini belum buyaran. Ini bukti masyarakat Kabupaten Madiun masih guyub, kompak, dan itu yang harus terus kita bangun,” ujar Hari Wuryanto.
Event tahunan dalam rangka Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun itu resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Purnomo Hadi, disaksikan jajaran Forkopimda.
Bagi Pemkab Madiun, Sepasma bukan sekadar panggung hiburan atau pelestarian budaya. Agenda ini juga diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku UMKM di wilayah selatan.
Sebelum acara dimulai, Hari Wuryanto bersama jajaran OPD terlihat berkeliling stan UMKM desa dan memborong sejumlah dagangan.
Dalam kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada lansia dan penyandang disabilitas, serta uang pembinaan kepada enam lembaga SLB.
“Sepasma ini bukan hanya menguri-uri budaya leluhur, tapi juga harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Sepasma zona selatan di Lapangan Rekso Wilis digelar selama sepekan, 22–28 Juni 2026. Pembukaan dimeriahkan Rindi Safira bersama OM Savana pada 22 Juni, dilanjutkan Festival Gembrung Budaya pada 23 Juni dan penampilan Silvi Kumalasari pada 24 Juni. Puncak hiburan zona selatan dijadwalkan berlangsung meriah pada 25 Juni dengan penampilan Gilga Sahid.
Sepasma 2026 sendiri digelar bergilir di tiga titik. Setelah wilayah selatan di Sareng, agenda berlanjut ke Desa Tiron untuk wilayah tengah pada 1–7 Juli, lalu ditutup di Alun-Alun Reksogati Caruban pada 10–19 Juli untuk wilayah utara.mdn
Editor : Redaksi