Peringati Harkanas, Ratusan Peternak di Kediri Makan Tumpeng Ikan Bersama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan setempat menggelar peringatan Hari Ikan Nasional atau Harkanas yang jatuh pada 21 November. Dinas Perikanan mengadakan makan tumpeng ikan bersama dengan para pembudidaya ikan. Ada ratusan peternak yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kelompok dan pelaku budidaya pribadi. Selain makan tumpeng ikan bersama, dalam kesempatan tersebut mereka juga saling bertukar ide dan pengalaman , untuk meningkatkan hasil panen ikan. “Di dalam rangka Peringatan Hari Ikan Nasionak, kami mempertemukan para peternak ikan, supaya saling tukar menukar informasi. Karena masing masing daerah persoalannya berbeda. Bagaimana cara mengatasi kendala yang dihadapi,” kata Wakil Bupati Kediri, Masykuri Ikhsan. Para pembudidaya ikan saling bertukar ide dan pengalaman untuk meningkatkan jumlah panen ikan. Terlebih saat ini memasuki cuaca ekstrim, yang dinilai cukup rawan untuk perkembangbiakan ikan. “Kenapa Ikan? Karena ikan komoditas yang murah, tetapi menyehatkan. Sehingga ini ada forum komunikasi melalui makan ikan, agar ikan bias terus dibudiayakan baik melalui kelompok maupun individu,” imbuh Masykuri. Pria yang hobbi bersepeda ini mencontohkan budidaya ikan air tawar di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Pondok pesantren ini mempunyai 500 unit kolam, dengan produktifitas per hari mencapai 4 ton. Oleh sebab itu, Masykuri mengajak masyarkat Kabupaten Kediri untuk memanfaatkan lahan yang kosong untuk membuat kolam ikan. "Seandainya masyarakat bisa memanfaatkan lahan kosong di rumah. Misalnya membuat kolam dengan ukuran kecil 5X6 meter. Ini bisa diisi dengan bibit ikan sebanyak 10 ribu ekor. Hasilnya lumayan besar mencapai 95 kwintal, hamper 1 ton,” jelasnya. Menurut Masykuri, banyak manfaat yang didapat dari budidaya ikan. Selain meningkatkan gizi, juga menambah perekonomian. Selain itu, juga menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan. Limbah dari air kolam ikan bisa dimanfaatkan untuk pupuk organic tanaman seperti, cabai dan kangkung di rumah. Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nurhafid mengatakan, peringatan Hari Ikan Nasional kelima ini melibatkan kurang lebih 150 orang pembudidaya ikan. Kali ini kegiatannya dikemas dalam bentuk makan tumpeng ikan bersama guna memasyarakatkan makan ikan. “Tahun ini kami gelar acara peringatan Hari Ikan Nasional di kantor ini. Tetapi, untuk tahun depan pelaksanaanya tentu beda. Mungkin di Simpang Lima Gumul (SLG) dengan pertimbangan tempatnya yang lebih luas. Tujuan utama kami adalah memasyarakatkan makan ikan,” jelas Nurhafid. Di kabupaten Kediri ada 8.700 an pembudidaya ikan dengan jumlah produksi mencapai 17 juta ton pertahun. Dari jumlah tersebut, 14 juta ton didominasi ikan lele. Sedangkan sisanya, ikan gurame, tawes dan patin. Sementara itu, untuk tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Kediri sebesar 20 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi ikan di Kabupaten Kediri ini sebagian barasal dari ikan luar daerah, seperti ikan laut. Adapun distribusi ikan hasil budidaya peternak di Kabupaten Kediri selama ini mensuplay kebutuhan di Solo, Surabaya dan Jakarta. Diakui Nufhafid, adanya kendala sarana budidaya yang dialami oleh peternak. Hambatan paling utama adalah harga pakan yang terus melambung. Seperti pakan untuk ikan lele kini mencapai Rp 10 ribu per kg. Sehingga, keuntungan yang didapat peternak sangat minim. Untuk itu, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berupaya memberikan perhatian melalui serangkaian program, salah satunya pelatihan dan bantuan alat teknologi terkini. Untuk diketahui, selain makan tumpeng ikan bersama, dalam acara tersebut juga digelar bazar aneka makanan olahan ikan, seperti sate lele, nugget lele, kerupuk ikan, abon lele hingga gurami segar bakar. Adv/kominfo/can
Tag :

Berita Terbaru

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…