Jam Kerja Panjang Memperburuk Produktivitas Pekerja

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Jika kamu mengira bekerja dengan jam yang panjang akan membuat pekerjaanmu cepat selesai dan bisa menyenangkan hati atasanmu, rasanya kamu perlu berpikir ulang, deh. Karena menurut sebuah survei, para pekerja yang punya jam kerja panjang lebih sering melakukan kesalahan dibanding dengan pekerja yang punya jam kerja pendek. Survei yang dilakukan oleh Global Software Firm Pegasystems Inc, menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang ternyata memengaruhi buruknya produktivitas para pekerja. Survei juga menunjukkan bahwa pekerja terbebani dengan buruknya jaringan internet, sistem yang sering eror, dan pekerjaan lain yang sebenarnya bisa dikerjakan secara otomatis oleh mesin atau komputer. Dari distraksi digital sampai aktivitas asing, ada banyak hal yang mampu membuat produktivitas pekerja jadi terhambat. Rata-rata pekerja bahkan bisa mengecek e-mail mereka 10 kali sejam sekali atau setiap 6 menit sekali. Tiga belas persen responden bahkan mengaku menghabiskan waktunya untuk mengecek email kantor atau pekerjaan dan hanya meningkatkan nilai kerja atau produktivitas mereka sebesar 23 persen. Mayoritas pekerja dengan jam kerja panjang bahkan kerap melakukan ’copy paste’ untuk meng-highlight pekerjaan dari beberapa folder menggunakan data yang sama untuk melengkapi tugas mereka. "Sayangnya, banyak perusahaan secara naluriah berusaha memproses masalah dan meningkatkan produktivitas karyawan dengan memberi mereka software untuk membantu meringankan pekerjaan, tanpa mengetahui akar dari permasalahan efektivitas kerja mereka sebenarnya itu apa," ujar Don Schuerman, CTO Global Software Firm Pegasystems Inc. kp
Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…