Melongok Kampung Herbal Genteng Candirejo

Tak Hanya Jualan Jamu, Warga juga Hidupkan Minat Baca

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Di tengah hutan beton yang terus tumbuh di kota Surabaya, Genteng Candirejo justru menjadi kampung yang hijau. Kampung ini memang terkenal dengan tanaman herbalnya. ----------- Prila Sherly, Wartawan Surabaya Pagi Tidak sulit untuk menemukan kampung tersebut dengan bantuan dari berbagai penunjuk arah yang secara langsung menunjukkan lokasinya. Kampung yang terlihat teduh dan hijau itu, ternyata cukup sempit sehingga diharuskan untuk parkir di bagian depan gapura. Tidak disangka, seorang perempuan bernama Egy yang mengaku sebagai petugas taman baca dan pusat informasi di Kampung Genteng Candirejo itu sangat welcome. Meskipun dirinya sedang disibukkan dengan urusan mengajak anak anak di kampung tersebut untuk mewarnai. Menariknya, kampung ini tidak hanya menonjolkan tanaman herbal, melainkan juga upaya untuk peningkatan literasi anak anak. Tidak ditemukan anak kecil bermain ponsel di taman baca tersebut yang ada hanya mereka bersenda gurau sembari mewarnai. “Sebenarnya untuk ide awal gagasan adanya Kampung Herbal telah ada sejak lama, namun Dinas Pertanian membantu dengan memberikan pelatihan pada tahun 2008. Kami diwajibkan untuk menanam lima macam tanaman yaitu lindung, hias, buah, sayur, dan obat (TOGA). Namun, untuk buah buahan sendiri, kami tidak ingin menanam yang menunggu musimnya sehingga dipilihnya belimbing wuluh,” papar Egy ditemui pada Selasa (18/12) kemarin. Namun, akibat banyaknya permintaan dengan sedikitnya lahan untuk menanam tanaman herbal. Maka warga memutuskan untuk membeli bahan dari luar. Beberapa jamu yang diproduksi di kampung ini adalah beras kencur, sinom, temulawak, rosella, jahe, kunyit asam, dan sari blimbing wuluh. Semua hasil produksi dipasarkan ke berbagai tempat yaitu Pusat Oleh Oleh Surabaya, sentra UKM di mall, Siola, dan hotel. Ketika masuk di dalam Taman Baca milik Kampung Genteng Candirejo yang pertama terlihat adalah beragam penghargaan, piagam, dan piala. “Dari tahun 2008-2017, kampung ini telah menerima sebanyak 25 penghargaan salah satunya yaitu Surabaya Green and Clean 2016 sebagai Best of the Best. Bahkan, di tingkat nasional kami juga mendapatkan penghargaan untuk kategori Lingkungan Bersih,” tambah Egy. Meskipun Kampung Genteng Candirejo terlihat sibuk dengan berbagai kegiatan ekonominya, namun ternyata para pemuda di wilayah tersebut memiliki ide untuk membuka Taman Baca pada tahun 2014. Tidak disangka ternyata Kampung Genteng Candirejo kembali menerima penghargaan untuk taman bacanya di tahun 2016. “Biasanya ketika ada kunjungan tamu tamu penting, kampung kami yang dijadikan tujuan utamanya. Padahal kami tidak menerima penghargaan yang utama, justru juara pertama mangkrak. Paling penting bukan soal hanya inovasi melainkan sustainability. Sebenarnya juga tujuan Taman Baca ini agar anak anak yang ditinggal sibuk oleh orang tuanya dapat memiliki kegiatan positif bukan hanya main ponsel,” tutup Egy. n
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…