Ternyata Biometrik Membuat Calon Jamaah Umroh dan Haji Terbebani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada kabar yang mengejutkan bagi para jamaah calon umroh dan haji. Pasalnya, ada biaya tambahan rekam biometrik VFS Tasheel yang mencapai 10 dollar atau sekitar Rp 120 ribu. Penerapan rekam biometrik VFS Tasheel bagi calon jamaah Umroh sejak 17 Desember 2018 kemarin menuai keluhan dan kritik dari penyelengara Umroh. HM Ramli Saleh Direktur Utama Andalus Group mengeluhkan penerapan rekam biometrik ini karena merepotkan para jamaah Umroh. "Padahal mereka tamu Allah yang harus diberi kemudahan" keluhnya. Contohnya, jamaah Andalus yang tersebar dari berbagai daerah kesulitan melakukan perekaman biometrik ini karena lokasi perekaman hanya di beberapa kota besar saja. "Bagaimana mungkin jamaah yang dari daerah harus ke kota besar dulu hanya untuk rekam biometrik itu" ujarnya. Parahnya lagi deadline pelaksanaan aturan ini terlalu mepet sehingga jamaah yang sudah terjadwal berangkat Umroh Desember ini terpaksa repot dengan urusan biometrik. Masih kata Direktur Utama Andalus Group itu juga mengkritik soal sosialisasi. Sosialisasinya juga sangat singkat sehingga sangat mengejutkan sekaligus menyulitkan travel untuk berkomunikasi dengan jamaah. "Konsumen kan jadi dirugikan karena mendadak harus repot urusan biometrik" katanya. Dirinya mendesak agar Kedubes Saudi menunda penerapan perekaman biometrik VFS Tasheel sampai semua biro penyelenggara Umroh siap. Juga Kedubes Saudi wajib mengadakan lokasi rekam biometrik di tiap kota yang ada jamaah Umrohnya. Dengan begitu calon tamu Allah ini tidak dipaksa repot memenuhi panggilan Allah SWT untuk Umroh ke tanah suci. Seharusnya saat ini di Indonesia kan sudah diberlakukan e KTP yang mempergunakan rekam sidik jari dan mata. Dari sini kan bisa dilakukan antara pemerintah Arab Saudi dengan pemerintah Indonesia. Belum lagi jamah juga dibebankan progresif yang mencapai Rp 7 juta dan baru 2 tahun boleh ikut lagi. Biometrik ini juga ada batas waktunya yakni 6 bulan. Sementara itu calon jamaah umroh Iwan (43), warga Semolowaru, Surabaya merasa sosialisasi terlalu mendadak, prosedurnya belum padat antar daerah tidak sinkron seperti yang dialami. Kebetulan pria yang tinggal di Semolowaru akan berangkat umroh dengan ibunya. Sedangkan ibunya sudah berumur 70 tahun dan tinggal di Banjarmasin. "Sudah kena biaya tambahan, kita kehilangan waktu dan tenaga dan yang sensitif yakni soal uang yang harus kita keluarkan." terangnya. Menurut pria bertubuh ramping ini menganggap bahwa ini kesalahan pemerintah, karena tak dicek terlebih dulu ke pemerintah Arab Saudi. "Ini merupakan kesalahan diplomasi pemerintah kita dengan pemerintah Arab Saudi," tegasnya sampai-sampai pemerintah Arab Saudi membebankan biaya biometrik ini kepada para calon jamaah umroh ataupun haji. nt
Tag :

Berita Terbaru

Datangi Bapenda Surabaya, Manajer Ny. Suharti Klaim Siap Buka-bukaan 

Datangi Bapenda Surabaya, Manajer Ny. Suharti Klaim Siap Buka-bukaan 

Kamis, 30 Jul 2026 17:03 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Manajer Operasional Restoran Ayam Goreng Ny. Suharti Surabaya, Agung Nugroho, didampingi kuasa hukumnya, Fransiscus Domianus L…

PLN Perluas Akses Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo Ngawi dan Ponpes Al-Fatah Temboro

PLN Perluas Akses Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo Ngawi dan Ponpes Al-Fatah Temboro

Kamis, 30 Jul 2026 16:33 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Ngawi – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Salah …

Kejari Ponorogo Periksa Kembali Pimpinan DPRD Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Kejari Ponorogo Periksa Kembali Pimpinan DPRD Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Kamis, 30 Jul 2026 16:32 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 16:32 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kembali memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD…

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Malang Championship VI 2026, Lindungi Ribuan Pesilat

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Malang Championship VI 2026, Lindungi Ribuan Pesilat

Kamis, 30 Jul 2026 15:56 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 15:56 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan turut mendukung Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang Championship VI yang digelar di GOR Ken Arok, …

Baru Dapat 19 Murid SD, Sekolah Rakyat di Ngawi Targetkan 90 Siswa

Baru Dapat 19 Murid SD, Sekolah Rakyat di Ngawi Targetkan 90 Siswa

Kamis, 30 Jul 2026 15:31 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sekolah Rakyat di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, baru saja menerima 19 pendaftar, padahal pihaknya…

Pesona Wisata Pantai Kuyon Trenggalek Tawarkan Panorama Unik Berbalut Sawah Hijau

Pesona Wisata Pantai Kuyon Trenggalek Tawarkan Panorama Unik Berbalut Sawah Hijau

Kamis, 30 Jul 2026 14:46 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menikmati akhir pekan yang menenangkan, wajib mengunjungi wisata Pantai Kuyon yang berlokasi di pesisir selatan Jawa Timur,…