Usai Telan 13 Magnet, Usus Bocah Ini Dibuang Sebagian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com – Pengawasan orangtua terhadap anaknya ketika bermain sangat penting apalagi ketika usia sang anak masih di bawah 5 tahun. Kejadian buruk dialami oleh Jennifer White ketika mengira anak laki-lakinya Beck yang berusia 4 tahun mengidap flu. Namun setelah anaknya muntah-muntah, ia merasa ada yang tak beres dan langsung membawanya ke rumah sakit. Saat menjalani pindaian, rupa-rupanya ada 13 magnet mainan kecil tertelan oleh anaknya. Akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasinya dan harus mengangkat sebagian usus besar, usus kecil dan usus buntunya. "Beck membuka paksa mainan bermagnet dan tak sengaja menelan 13 magnet. Aku merasa sangat bersalah. Magnet tersebut melubangi dan menginfeksi ususnya," kata Jennifer, dikutip dari Fox News. Jennifer menulis ceritanya dalam unggahan Facebook dan telah dibagikan sebanyak 357 ribu kali. Kini kondisi Beck disebut telah membaik namun masih dalam risiko tinggi karena perlu pengawasan pada pencernaannya dan meninjau jika terjadi infeksi lagi. Ia mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memerhatikan anak-anaknya. Berdasarkan pengalamannya walau sudah berhati-hati namun tetap saja terjadi pada anaknya, maka yang diperlukan adalah ekstra perhatian dan pastikan sekali lagi apa yang sedang ia mainkan. American Academy of Pediatrics telah memperingatkan pabrik-pabrik mainan untuk tidak menjual mainan bermagnet karena berisiko cedera dan bahkan kematian. Hal ini disebabkan jika tertelan, magnet-magnet tersebut akan tertarik dan menempel satu sama lain di dalam perut, melewati usus dan organ-organ lainnya. "(Ini) bisa menyebabkan cedera atau kematian jika tidak segera dioperasi dokter bedah. Anak yang menelan magnet bisa mengalami nyeri perut, muntah-muntah dan demam. Para orang tua harus segera mendapatkan pertolongan medis secepatnya," tulis situs tersebut. dt
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…