Mengenal Penyebab Alergi Palsu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Beberapa orang diketahui memiliki beberapa alergi terhadap makanan tertentu. Namun seseorang yang alergi hendaknya berkonsultasi kepada dokter tentang penyebabnya. Hal ini dilakukan agar tak salah langkah penanganan dan terkena alergi palsu. Alergi palsu adalah perasaan orang yang mengaku memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Padahal saat makanan tersebut masuk ke dalam tubuhnya, tak ada reaksi apapun. Dengan kata lain alergi tersebut hanya pantangan palsu yang dibuat-buat sendiri. “Jika seseorang mendiagnosis diri memiliki alergi makanan, tanpa berkonsultasi dengan dokter profesional tak dipungkiri bakal ada salah penafsiran terhadap kesehatan pribadinya, itu mungkin gejala yang sebenarnya bukan reaksi alergi semata,” kata Profesor Ruchi Gupta, dokter anak dan guru besar ilmu kesehatan anak di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Illinois. Seperti diketahui, alergi disebabkan oleh paparan alergen, yaitu unsur asing yang secara keliru dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh. Jika tubuh terpapar alergen bisa mengakibatkan reaksi alergi. Reaksi alergi dapat berupa gatal-gatal, bengkak di hidung dan tenggorokan, dan sakit perut atau mual. Walau jarang terjadi, alergi makanan dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang dapat mengancam nyawa seseorang. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan alergi antara lain kacang-kacangan, kerang, gandum atau susu dan makanan lainnya. Alergi juga bisa dipicu karena gigitan serangga, kosmetik, tanaman bahkan interaksi dengan hewan. ad
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…