Narasi Pemimpin Berengsek Wiranto Disoal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Imbauan Wiranto agar masyarakat tidak memilih pemimpin berengsek saat pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang menuai komentar karena dianggap miskin narasi etika dan jauh dari sifat santun. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto soal pemimpin berengsek. Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengaku khawatir dengan kebiasaan narasi yang sering diucapkan para petinggi negeri akhir-akhir ini. "Saya prihatin dengan kebiasaan narasi miskin etika yang dikeluarkan oleh para pejabat publik hari ini," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Selasa (22/1). Dahnil menilai pernyataan yang dia sebut sebagai narasi miskin etika itu bisa jadi muncul karena adanya ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Hal ini bisa terjadi, kata dia, lantaran pihak oposisi yakni Prabowo-Sandi di Pilpres ini semakin kuat dan bisa mengalahkan petahana yakni Jokowi-Ma’ruf di kontestasi Pilpres 2019 ini. "Bisa terjadi karena semakin kuatnya oposisi dan kemungkinan besar akan mengalahkan petahana sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat miskin etik, karena panik," katanya. Senada, Ketua Advokasi Hukum Partai Demokrat yang juga anggota BPN, Ferdinand Hutahaean menyayangkan sikap pemimpin saat ini justru jauh dari politik santun yang dijunjung di Indonesia. "Ada dari para pemimpin kita sekarang sangat jauh dari politik dan fatsun bangsa kita yang sebetulnya terkenal dengan adat ketimuran dan budaya santunnya," kata dia. Dia pun menyebut apa yang diungkapkan Wiranto itu tak memberi contoh baik bagi masyarakat. Dia pun khawatir anak-anak yang saat ini masih sekolah justru menjadikan kata berengsek itu sebagai kata lazim dan tren di kalangan mereka. Dia pun kemudian meminta Wiranto menjelaskan secara spesifik siapa pemimpin brengsek yang dia maksud. Sebab jika dilihat dari definisinya kata dia, berengsek berarti pemimpin yang ingkar janji, suka berbohong, tidak tepat janji, banyak pencitraan membuat ekonomi rusak, hingga membuat bangsa kacau. "Itu yang menurut kami berengsek, jadi yang dimaksud Wiranto siapa, Kalau seperti yang saya nyatakan tadi ciri-cirinya pemimpin brengsek ya tentu kita akan tahu akan pilih siapa pada Pilpres nanti," katanya. Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto mengimbau masyarakat tidak memilih pemimpin berengsek saat pencoblosan Pileg dan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang. Imbauan itu disampaikan Wiranto saat menghadiri Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019 di Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/1). Di hadapan ribuan petugas pengawas pemilu, Wiranto mengatakan masyarakat harus membekali diri dengan informasi yang lengkap sebelum memilih pemimpin, baik itu untuk calon presiden dan wakil presiden maupun legislatif. "Sesuai dengan pemahaman kita, pemimpin memegang peranan yang sangat penting. Pemimpin akan menentukan jatuh bangunnya suatu negara. Jangan pilih pemimpin brengsek. Pemimpinnya brengsek, negaranya juga brengsek. Pemimpinnya gila, negara bisa bubar," ujar Wiranto.
Tag :

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…