Ombak Besar Terjang Pantura Nelayan Enggan Melaut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lagi, ombak besar menerjang Pantai Utara (Pantura) di wilayah Lamongan tepatnya di sepanjang pantai Kecamatan Paciran dan Brondong. Bahkan karena ombaknya besar, sebagian besar nelayan kecil enggan melaut, meski ada saja yang masih nekad melaut karena tuntutan kebutuhan hidup. Karena kondisi ombak 2-3 meter tersebut, kini para nelayan mengabiskan waktunya dimanfaatkan untuk memperbaiki jala dan jaring di sekitar tepi pantai sepanjang pantai mulai Weru Paciran hingga wilayah Brondong. Seperti yang dituturkan oleh Sabit salah satu nelayan di Paciran, Selasa (22/1/2019) menyebutkan kalau nelayan sudah tiga hari ini mayoritas tidak menjalankan aktifitas mencari ikan. Kalaupun ada yang nekad beraktifitas, karena semua itu adalah bagian dari kebutuhan, sesama nelayan hanya bisa memperingatkan, tidak bisa mencegahnya, dan semua nelayan tahu akan resikonya. "Kami para nelayan tidak gegabah nekad melaut, kalaupun ada yang masih nekad melaut itu karena keterpaksaan dan kebutuhan, kami sebagai teman hanya bisa mengingatkan tidak bisa mencegahnya," Sabit menceritakan. Meskipun katanya, pendapatan yang selama ini diperoleh akan hilang begitu saja, namun lanjutnya keselamatan jiwa tetap menjadi yang utama. "Rata-rata nelayan harus kehilangan pendapatan per harinya 150 - 200 ribu, ya bagaimana lagi memang sudah musimnya," terangnya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari kata Sabit nelayan harus mengambil uangnya yang ada di bank."Untuk saya kebetulan kami punya tabungan, ya kami ambil uang itu untuk kebutuhan sehari-hari, kalau tidak punya tabungan ya kasihan, harus ada perhatian dari Pemerintah, "ujarnya. Namun dari ratusan nelayan Pantura, masih banyak dan mayoritas mereka jarang yang mempunyai tabungan. Sehingga untuk melanjutkan hidup dari kondisi demikian, nelayan kebanyakan banyak juga yang menjual barang berharga. "Barang berharga mereka ada yang dijual, ada juga yang digadaikan, semua itu dilakukan hanya untuk menyambung hidup, dan kebutuhan sehari-hari," jelasnya. Sementara itu, Sekretaris HNSI Lamongan Muhlisin saat dihubungi terpisah membenarkan kalau nelayan di Pantura enggan melaut. Kalaupun ada yang melaut tidak berani terlalu jauh. Hanya sejauh sekitar 2-5 mil dari pantai. Itupun hanya untuk mencari rajungan, meski harga rajungan minggu-minggu ini terjun bebas. "Rajungan satu kilonya cuman antara Rp 35-40 ribu, padahal harga biasanya bisa sampai Rp 75-100 ribu," ujarnya. Namun demikian masih ada saja yang nekad untuk tetap melaut. Meskipun sudah diimbau tapi tetap berani menerobos ombak. Alasannya mutlak karena mereka butuh makan. "Kita ini hanya bisa mengimbau dan berharap agar mereka berhati-hati," katanya. Dalam kondisi ombak besar seperti ini lanjut Muhlisin, sangat rawan kecelakaan. Apalagi, di perairan Desa Paciran, tempat keluar masuk perahu menuju labuh sekarang ini mengalami pendangkalan. Karena itu ia berharap ada kepada pemerintah untuk ikut memberikan perhatian atas tidak melautnya nelayan di wilayah Pantura ini, apalagi beban hidup yang harus ditanggung tidak sedikit. "Nelayan yang tidak melaut ini supaya diperhatikan oleh pemerintah," harapnya. jir
Tag :

Berita Terbaru

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain. Dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2026), media Iran…

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejagung menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi penyimpangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Badan Gizi Nasional…