Jangan Pakai Tol, Blunder Kubu Jokowi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Semarang - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pernyataan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi soal ’jangan pakai jalan tol’ merupakan blunder bagi kubu capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dalam pernyataannya, Hendrar yang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Semarang mengajak masyarakat mendukung Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut dia, bila masyarakat tidak mau mendukung calon pertahanan, maka jangan memakai jalan tol yang identik menjadi bukti pembangunan di era Jokowi. Juru Bicara BPN Spesialis Infrastruktur Suhendra Ratu Prawinegara mengatakan pernyataan Hendrar merupakan blunder karena jalan tol sejatinya bukan milik Jokowi. Sebab, Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan menyatakan jalan tol merupakan milik negara. Maka, menurut dia, tak ada seorang pun di negara ini yang bisa mengklaim bahwa jalan tol adalah milik pribadi. Begitu pula dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang tugasnya hanya mengelola konsesi jalan usai dibangun demi mencari keuntungan dan pengembalian atas investasi yang sudah digelontorkan. Walhasil, kata dia, tak heran bila pernyataan Hendrar justru menimbulkan cemooh dari beberapa pihak. "Logika berpikir Wali Kota Semarang ini agak aneh dan di luar nalar akal sehat. Presiden bukan pemilik atas jalan tol, termasuk Presiden Jokowi, bukan pemilik sejengkal pun jalan tol di Indonesia," ucapnya dalam keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Minggu (3/2). Lebih lanjut, mantan staf khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU) periode 2005-2009 dan mantan stafsus Menteri PUPR 2014-2018 itu menilai Jokowi tak punya jasa besar pada pembangunan jalan tol di Tanah Air. Sebab, menurut dia, Jokowi hanya menjadi eksekutor dari rencana pembangunan yang sebenarnya dirumuskan sejak era Presiden kedua Indonesia Soeharto hingga Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Jalan Tol Trans Jawa telah beroperasi sekarang, itu harus diapresiasi atas capaian ini. Namun, prestasi ini tidak serta merta menjadi gelap mata dan melupakan rangkaian sejarah dan peristiwa perencanaan sejak dulu," katanya. Ia mencontohkan, misalnya Tol Trans-Jawa sudah dirumuskan sejak Kementerian PUPR masih bernama Departemen PU di bawah pemerintahan Presiden SBY. Kala itu, Ketua Umum Partai Demokrat juga membentuk Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) hingga pelaksanaan konstruksi Tol Trans Jawa, meski penyelesaiannya dikebut di era Jokowi. Di sisi lain, ketimbang memberikan ungkapan-ungkapan yang mendatangkan cemooh dari pihak-pihak lain, Suhendra menilai lebih baik kubu Jokowi fokus dengan perencanaan pembangunan yang harus dikebut, misalnya Tol Trans Sumatera dan Jakarta Cikampek Elevated. "Misalnya Tol Pekanbaru-Dumai proses pembebasan lahannya belum beres dan jauh dari target. Lalu, Cikampek Elevated masih banyak ditemukan kendala-kendala. Jangan nantinya malah menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan tol," tandasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan S…

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Hujan tak menyurutkan tensi pertandingan persahabatan antara Grass 2000 melawan Taman Veteran di Lapangan Ciliwung, Kota Madiun, Min…

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai wujud kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daop…

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bagi para wisatawan, kabar ini menjadi angin segar untuk sekedar berlibur dengan tarif yang sangat murah. Pasalnya, menjelang…

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, warga Kota Surabaya, Jawa Timur harus menyesuaikan (merubah) kebiasaan dalam menjalankan aktivitas di tengah musim…

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari yang ada di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Genteng, Kota Surabaya menuai pro…