Satukan Kawasan Teluk Selatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Hong Kong - Dewan Negara Republik Rakyat China mengumumkan rencana untuk menghubungkan Hong Kong dan Makau dengan kota-kota di selatan mainland China guna membangun kawasan ekonomi yang disebut dengan Greater Bay Area. Pembangunan ini bertujuan untuk menjadikan kawasan ini sebagai megalopolis yang didukung dengan teknologi tinggi untuk menyaingi Silicon Valley di California, AS. Melalui rencana tersebut pemerintah akan berusaha untuk mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi global terkemuka, meningkatkan konektivitas infrastruktur antar kota, memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional, pengiriman barang, dan perdagangan serta pusat bisnis yuan lepas pantai. Cetak biru pemerintah China menunjukkan bahwa Hong Kong, Makau, Shenzhen dan Guangzhou akan menjadi empat kota utama sebagai pendorong pengembangan ekonomi di kawasan ini. HSBC Holdings Plc memperkirakan kawasan ini, dengan total lebih dari 67 juta penduduk, akan mengerek pertumbuhan ekonomi hingga US$1 triliun dan melampaui Jepang sebagai eksportir terbesar keempat di dunia. "Kerangka kebijakan ini menetapkan visi yang jelas untuk membangkitkan ekonomi global dari Greater Bay Area yang memungkinkan kota-kota dan kawasan lain untuk meningkatkan kekuatan komplementer mereka secara efektif," ujar Kepala Eksekutif Bisnis Asia Pasifik HSBC melalui surat elektronik. Pengumuman strategi pembangunan ini berhasil mendorong nilai saham di wilayah teluk dengan Guangzhou Port, Zhuhai Port dan Shenzhen Yan Tian Port semuanya naik dengan batas harian 10%. Rencana pembangunan ini sebenarnya sudah lama menjadi wacana yang memicu kekhawatiran dari Hong Kong bahwa penggabungan area kepulauan dengan mainlandakan berpotensi mengikis otonomi mereka yang berbeda. Saat ini regulasi di Hong Kong berjalan terpisah dari China yang mengimplementasiikan sistem hukum, moneter dan politik, atau yang disebut dengan "One country, two systems". Namun, Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam telah menyatakan dukungannya terhadap rencana strategis pemerintahan Xi Jinping. "(Rencana ini) dapat membantu mengidentifikasi area pertumbuhan baru untuk Hong Kong dan mendorong perkembangan diversifikasi ekonomi dan industrinya," ujar kantor pemerintahan Hong Kong. Pemerintahan China mengatakan, institusi finansial di Greater Bay Area akan diberikan izin untuk melakukan perdagangan spot dan forward serta transaksi derivatif dan pinjaman lintas batas dalam mata uang yuan. Mereka juga menyebutkan bahwa perusahaan di kawasan ini akan diizinkan untuk menerbitkan obligasi berdenominasi yuan. Peter Wong, Wakil Ketua dan Kepala Eksekutif Operasional HSBC Asia Pasifik mengatakan rencana ini akan membantu meningkatkan kekuatan Guangdong, Hong Kong dan Makau dalam industri teknologi, keuangan dan pariwisata. "Dengan arahan yang diberikan oleh kebijakan ini, kota di Greater Bay Area dapat mengembangkan ekonomi dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan pelengkap tersebut secara lebih efektif," kata Wong. China telah menghabiskan miliaran dolar untuk proyek infrastruktur yang menghubungkan kota-kota di teluk selatan, rencana tersebut juga termasuk dengan strategi pengembangan wilayah hingga 2035. Presiden Xi Jinping tahun lalu meresmikan jembatan seniali US$15 miliar yang membentang sepanjang 55 kilometer dan merupakan penyeberangan laut terpanjang di dunia. Jembatan ini menghubungkan Hong Kong dengan Makau dan kota Zhuhai di mainland China. Pada September 2018, Hong Kong tersambung dengan jaringan rel kecepatan tinggi milik China melalui pembangunan stasiun baru bertema futuristik yang menghadap ke Pelabuhan Victoria.
Tag :

Berita Terbaru

Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Utama, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen di Awal 2026

Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Utama, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen di Awal 2026

Selasa, 23 Jun 2026 14:34 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Ekonomi Jawa Timur menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada awal 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat perekonomian Jawa Timur pada…

Tak Pernah Kebanjiran, Warga Kembang Kuning Rasakan Pertamakali Wilayahnya Tergenang

Tak Pernah Kebanjiran, Warga Kembang Kuning Rasakan Pertamakali Wilayahnya Tergenang

Selasa, 23 Jun 2026 14:29 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Musim kemarau yang identik dengan cuaca panas dan minim hujan seolah kehilangan polanya di Surabaya. Hujan deras yang mengguyur Kota…

Lewat Kolaborasi KOLAK MANIS, Pemkot Malang Perkuat Pengawasan Usaha Pariwisata

Lewat Kolaborasi KOLAK MANIS, Pemkot Malang Perkuat Pengawasan Usaha Pariwisata

Selasa, 23 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya menciptakan iklim usaha pariwisata yang sehat dan tertib melalui penguatan penegakan regulasi, Pemerintah Kota…

PDAM Mati 15 Hari, BPBD Probolinggo Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih di Desa Tigasan Wetan

PDAM Mati 15 Hari, BPBD Probolinggo Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih di Desa Tigasan Wetan

Selasa, 23 Jun 2026 14:11 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melihat fenomena gangguan layanan air bersih akibat distribusi PDAM yang mati selama kurang lebih 15 hari di Dusun Krajan RT 06…

Perkuat Akses Ekonomi, Jembatan Perintis Garuda di Lumajang Capai 97,88 Persen

Perkuat Akses Ekonomi, Jembatan Perintis Garuda di Lumajang Capai 97,88 Persen

Selasa, 23 Jun 2026 14:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai bagian dari upaya percepatan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas…

Dukung Kualitas Pendidikan, Pemkab Madiun Perkuat Pengelolaan Dana Hibah BPPDGS

Dukung Kualitas Pendidikan, Pemkab Madiun Perkuat Pengelolaan Dana Hibah BPPDGS

Selasa, 23 Jun 2026 13:40 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 13:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka meningkatkan kualitas sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun telah berkomitmen untuk memperkuat…