H-6 Pemilu di Surabaya

Ada Parpol Diduga Minta Warga Kumpulkan KTP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Pemilu Serentak 2019 bakal berlangsung efektif enam hari lagi. Pada tanggal 17 April itu, para pemilik suara bakal berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS). Namun, apakah para pemilik suara itu bergerak dengan kesadaran sendiri atau karena imbalan uang? Muhabibi, warga Kedung Cowek, Kecamatan Bulak mengaku, kebanyakan warga memang tidak mengerti politik. Jadi, kalau ada yang menawari sejumlah uang, maka akan diterima. Menurutnya, sejauh ini baru ada satu parpol yang meminta sebagian warga untuk menyerahkan KTP. Walau tahu KTP itu akan digunakan untuk kepentingan pemilu, dia tidak yakin apakah untuk pileg atau pilpres. “Kalau yang woro-woro sudah ada. Ada satu partai. Saya lupa. Mereka minta warga untuk mengumpulkan KTP,” cetus Muhabibi kepada Surabaya Pagi, Rabu (10/4) kemarin. Menurutnya, sejauh masa kampanye 2019 ini, daerahnya masih aman dari money politics. Walau begitu, untuk gelaran pemilu sebelum-sebelumnya, praktik jual beli suara itu marak terjadi. Biasanya, sambung Muhabibi, uang diberikan jelang coblosan. “Nek pemilu sing saiki durung onok. Nek pemilu sak durunge, seket ewuan,” ungkap pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir ini. Sebaliknya, Saiful, warga sekaligus pedagang di Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, justru menyebut para caleg yang berkampanye di daerahnya itu pelit. Soalnya, tidak ada caleg maupun tim sukses yang menebar uang dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Yang ada, sebut Joni, para caleg malah merepotkan pedagang. Bagian belakang warung Saiful sendiri adalah lapangan. “Kapan hari pernah barang-barang mereka dititipkan di warung sini, tapi saya tak diberi apa-apa,” keluh Saiful. “Apalagi kalau kampanye malam. Nongkrongnya itu bisa sampai jam dua dini hari. Kan mestinya warung sudah waktunya tutup. Ngono iku mek pesen teh anget loro.” Di tempat lain, warga Keputih Tegal Timur Baru, Kecamatan Sukolilo juga menyatakan hal yang sama. Sejauh ini belum ada caleg maupun tim sukses pilpres yang mengiming-imingi warga dengan sejumlah uang untuk mempengaruhi pilihan. Hanya saja, baik caleg khususnya kota, maupun tim sukses mengumbar janji bakal menyelesaikan persoalan sengketa tanah mereka dengan Pemkot Surabaya. Untuk diketahui, warga Keputih Tegal Timur Baru ini terancam digusur oleh Pemkot Surabaya. Pasalnya, lahan yang mereka tinggali diklaim pemkot merupakan lahan milik kota. Padahal, warga telah tinggal di balik eks-TPA Keputih itu dua dekade lamanya. “Kalau yang mau ngasih uang itu belum ada. Tapi kalau yang janji mau bantu menyelamatkan warga dari penggusuran, banyak,” papar salah seorang warga Dwi Prayitno. Terkait hal ini, Ketua Bawaslu Jatim Moh Amin meminta semua pihak yang terkait untuk bersama-sama mengawal pemilu. Oleh sebab itu, dia menghimbau masyarakat untuk melapor bila menemukan pelanggaran maupun potensi kecurangan, seperti pengumpulan kartu identitas. Selain menghimpun dan menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat, Bawaslu sendiri bakal secara aktif turun langsung untuk menemukan kecurangan, khususnya pada tiga hari masa tenang. “Semua jajaran Bawaslu akan fokus pada masa tenang. Jangan coba-coba berbuat curang,” tegas Moh Amin. n
Tag :

Berita Terbaru

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Program BSPS Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 20:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan S…

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Hujan Warnai Duel Grass 2000 vs Taman Veteran, Laga Silaturahmi Berakhir Imbang 1-1

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 18:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Hujan tak menyurutkan tensi pertandingan persahabatan antara Grass 2000 melawan Taman Veteran di Lapangan Ciliwung, Kota Madiun, Min…

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Perdana, KAI Daop Surabaya Uji Coba Gunakan Biodiesel B50 pada Lokomotif

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 16:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai wujud kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daop…

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Hore! Tiket Wisata di Surabaya Cuma Rp733, Jadi Kado Spesial HJKS ke-733

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Bagi para wisatawan, kabar ini menjadi angin segar untuk sekedar berlibur dengan tarif yang sangat murah. Pasalnya, menjelang…

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Aktivitas Warga Surabaya Berubah Pasca Serangan Fenomena Panas Ekstrem 'El Nino Godzilla'

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, warga Kota Surabaya, Jawa Timur harus menyesuaikan (merubah) kebiasaan dalam menjalankan aktivitas di tengah musim…

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Pro Kontra Pembangunan Gedung PT Wulandaya, Kecamatan Akan Gelar Mediasi dengan Warga

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - pembangunan gedung milik PT Wulandaya Cahaya Lestari yang ada di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Genteng, Kota Surabaya menuai pro…