Penyebar Hoaks Ngaku Iseng, Kapolda Imbau Hati-hati di Medsos

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Penyidik melakukan pendalaman terhadap tersangka pelaku mengunggah tragedi 1998, motif pemilik Facebook Antonio Banerra atau Arif Kurniawan Radjasa menyebarkan hoaks terulangnya tragedi kerusuhan 1998 terungkap. Sebelumnya Arif mengaku jika dia menyebarkan hoaks lantaran trauma akan terulangnya tragedi kerusuhan 1998. Pasalnya, Arif yang merupakan keturunan Tionghoa mengaku keluarganya sempat menjadi korban. Namun, hal tersebut nyatanya merupakan jawaban spontanitas Arif saat ditanya penyidik. Dia akhirnya mengaku jika keluarganya bukan korban tragedi 1998. "Oh endak itu waktu pertama kali ditanya sama Reskrim. Spontan aja juga," kata Arif, Kamis (11/4). Sementara saat ditanya apa tujuannya melakukan hal tersebut, dia mengaku tak ada motivasi khusus. Dia hanya spontan mengikuti isu-isu Pilpres di Facebook. "Kalau untuk motivasi khusus tidak ada itu cuma spontanitas aja bahwa ada kisruh-kisruh di Facebook tentang Pilpres dan membela calon presiden tertentu aja," lanjutnya. Selain itu, Arif mengaku mengetahui jika perbuatannya sangat berbahaya bagi orang lain yang termakan hoaksnya. Namun, dia tak berpikir sampai di situ. Arif juga mengaku hal ini merupakan inisiatifnya sendiri. "Sangat tahu sekali waktu itu sih nggak sempat berpikir sampai seperti ini. Ini sangat-sangat inisiatif sendiri dan saya melakukannya sendiri," imbuhnya. Menanggapi hal ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengimbau ke masyarakat untuk lebih berhati-hari dalam menggunakan sosial media. Luki juga mengatakan masyarakat tak perlu resah dan takut akan terulangnya tragedi 1998, pasalnya polisi sudah menangkap pelaku yang menyebarkan berita bohong tersebut. "Kami sampaikan ke masyarakat Jatim bahwa berita bohong, pasca tanggal 17 akan ada peristiwa besar, peristiwa berdarah itu tidak benar. Pelaku yang menyebarkan ini sudah kami amankan dan kami tangkap dan sekarang sudah kami tahan," tegas Luki. Luki juga menyayangkan meski pelakunya sudah ditangkap, namun berita ini masih tersebar di masyarakat. Dia pun menegaskan jika Polri dan TNI akan bersinergi dalam memberikan jaminan keamanan pada masyarakat saat Pemilu 2019 nanti. "Masyarakat harus tenang, tidak ada peristiwa itu, kami TNI Polri sudah kami sampaikan akan mengamankan pemungutan suara sampai ke TPS, sampai kembali ke rumah," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…