2 Orang Ditangkap saat May Day telah Dibebaskan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah melakukan pengamanan terhadap lima orang yang diduga menyusup dalam aksi May Day, Dua pemuda saat aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Gedung Negara Grahadi pada Rabu (1/4/2019) kemarin telah di bebaskan. Meski telah dibebaskan keduanya diharuskan wajib lapor. Sementara tiga orang lainnya yang juga diamankan adalah massa yang hanya ikut-ikutan saja. "Kedua pemuda yang diamankan akibat masuk ke kerumunan massa saat Hari Buruh kemarin sudah pulang dan dilakukan wajib lapor. Ternyata mereka yang tiga hanya ikut-ikutan saja," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (2/5/2019). Barung menjelaskan, kedua pemuda tersebut melakukan aksinya untuk datang ke Grahadi dalam rangka mengkampanyekan organisasi Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang baru di bentuk di Surabaya. "Jadi mereka mengkampanyekan organisasi mereka yang baru dibentuk dengan memanfaatkan moment Hari Buruh Nasional. Organisasi ini memiliki ide untuk melakukan unras di Gedung Negara Grahadi," jelasnya. Barung melanjutkan, aksi unjuk rasa tersebut atas seruan dari Ketua Umum Pusat FMN di Jakarta pada Selasa (23/4/2019) lalu melalui email [email protected] yang diterima melalui email [email protected]. "Karena mereka terkait dengan aksi unras tersebut memang tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian. Tidak ada izinnya akhirnya diamankan," lanjutnya. Sementara itu, kelompok yang diduga bernama ANARKO ini telah dideteksi oleh Mabes Polri sebelum kegiatan May Day berlangsung. "Kita mengantisipasi di seluruh Indonesia dan benar dengan identitas huruf A besar dan ada lingkarannya. Mereka menggunakan pakaian hitam, terbukti waktu dilihat di televisi di daerah Bandung juga demikian dengan memanfaatkan even even internasional," imbuhnya. Kelompok ini kata Barung, menggunakan simbol yang digunakan untuk bisa mendapatkan kebebasan sebebas-bebasnya bagi seluruh individu agar tak menaati peraturan yang berlaku di suatu negara. "Mereka melakukan vandalisme, merusak mencoret-coret melakukan kegiatan yang tidak teratur di publik. Ini mereka tidak sempat lakukan karena keburu sudah di antisipasi," jelasnya. Diketahui para massa ini mengkampanyekan isu-isu yang diangkat di daerah. "Kedua pemuda ini terpaksa diamankan lantaran tak memiliki izin. Mereka tidak lakukan STTP. Akhirnya kita melakukan oenyitaan isu yang diangkat oleh mereka misalnya Hentikan intimidasi di Tuban. Macam macam isu di daerah, bendera Anarko yang dipasang," ujarnya. Barung menambahkan, bahwa penggerak dari massa ini adalah seorang perempuan bernama Anindya. Saat ini tengah ditangani oleh unit PPA Polrestabes Surabaya. "Penggeraknya Anindya selaku ketua departemen perempuan itu msuk rananya ke PPA," pungkasnya. nt
Tag :

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…