Guru Swasta di Lamongan Keluhkan Tunjangan Sertifikasi Belum Cair

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Para G Guru SMA, SMK dan MA khusunya dari swasta di Lamongan, keluhkan tunjangan sertifikasi yang menjadi hak nya selama ini, hingga memasuki triwulan ke 2 belum cair. Kondisi yang demikian ini, membuat galau para guru, yang semestinya sudah bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini untuk kebutuhan hidup dan peningkatan akademik. "Tunjangan sertifikasi untuk para guru swasta sampai saat ini untuk triwulan pertama hingga memasuki triwulan kedua belum cair, saya tidak persis apa penyebabnya,"aku Hanif salah satu guru di Lamongan. Padahal lanjutnya, Kementerian melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sudah menerbitkan Surat Keputusan Penerima Tunjangan Profesi (SKTP) berdasarkan usulan dari dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya setelah dilakukannya proses verifikasi dan validasi. Data yang digunakan sebagai dasar penerbitan SKTP adalah Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Guru wajib memastikan bahwa data yang akan dikirimkan ke dapodik telah diinput atau diperbaiki oleh operator sekolah dengan benar, dan proses itu semua sudah dilalui. Penyaluran atau pencairan tunjangan profesi guru mestinya pada triwulan I (Januari, Februari, dan Maret) tahun 2019, jika seperti tahun sebelumnya akan dilaksanakan paling cepat pada bulan Maret 2019 setelah SKTP diterbitkan oleh Ditjen GTK Kemendikbud. "Lah sampai sekrang belum cair, padahal ini mestinya tunjangan sertifikasi guru ini disalurkan ke rekening guru setiap tiga bulan sekali melalui dana transfer daerah,"akunya. Ia berharap pemerintah untuk secepatnya mencairkan dana sertifikasi itu karena memang sudah waktunya, bahkan melebihi karena bulan Juli sudah masuk triwulan kedua."Saya mohon pengambil kebijakan di negeri ini segera untuk mencairkan dana yang sudah menjadi hak kami,"harapnya. Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Lamongan, Sri Yuliasih membenarkan kalau tunjangan sertifikasi guru khususnya guru swasta belum cair. Meski demikian, ia juga mengaku tidak ada pihal guru yang melaporkan dan membuat surat untuk pencairan sampai saat ini. "Memang saya akui belum cair, apalagi pencairannya saat ini kan langsung dari pusat melalui rekening yang menerima, tapi tidak ada yang melapor ke Dinas Cabang,"katanya. Pihaknya Sri panggilan akrab Sri Yuliasih, menunggu adanya laporan tertulis dari para guru, untuk selanjutnya diproses dan ditanyakan langsung ke pusat, karena di Dinas Cabang tidak ads proses apapun terkait dengan sertifikasi "Kalau ada yang menyurati minta bantuan agar proses pencairannya disampaikan ke pusat ya kita bantu, tapi harus ada surat permohonan permintaan pencairan tunjangan secara tertulis dari personal,"akunya sambil menegaskan kalau sampai saat ini belum ada yang mengadukan soal ini. Saat didesak kenapa tunjangan sertifikasi ini tidak cair tepat waktu, ia tidak mengetahui pasti karena itu sudah menjadi domain pemerintah pusat. Hanya saja berkaca dari pengalaman hal seperti ini sudah sering terjadi, malah tunjangan sertifikasi pernah diberikan di tahun berikutnya."Yang terjadi seperti itu, kalau ada permohonan tertulis tentu kita bantu menanyakan kapan nama yang bersangkutan itu tunjangan sertifikasinya cair,"pungkasnya.jir
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…