BEM Unair Galang Petisi Hentikan MBG

Petisi Online hingga Senin (8/6/2026) pukul 19.00 WIB, Jumlah Tanda Tangan Terverifikasi telah Capai 27.247

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) membuat seruan petisi untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Petisi yang dibuka secara online itu telah mengumpulkan lebih dari 26 ribu tanda tangan terverifikasi.

Seruan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @bem_unair dan ditandatangani Presiden BEM Unair Rizqi Senja. Dalam unggahan itu, BEM Unair mengajak masyarakat untuk mendukung penghentian sementara program MBG.

            "Kami dari BEM Universitas Airlangga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menyadari betapa problematiknya Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Keprihatinan ini semakin mendalam setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional,

Dadan Hindayana, ditangkap dan kantor Badan Gizi Nasional digeledah. Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam program ini," tulis caption dalam unggahan akun Instagram BEM Unair.

Saat dikonfirmasi, Presiden BEM Unair Rizqi Senja menjelaskan alasan di balik seruan petisi tersebut. Menurutnya, polemik yang terjadi di Badan Gizi Nasional menjadi salah satu alasan utama pihaknya menilai program MBG perlu mendapat perhatian serius.

            "Sebetulnya pada dasarnya kemarin terjadi gonjang-ganjing di negeri ini, karena pada akhirnya program problematik pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni MBG itu, Kepala BGN-nya dicopot dan kantor BGN digeledah," kata Senja, Senin (8/6/2026).

Menurut Senja, kondisi tersebut menjadi indikasi yang cukup kuat untuk mempertanyakan pelaksanaan program MBG.

MBG Memang Bermasalah
            "Itu kan belum ada (pemerintah validasi MBG bermasalah). Sampai pada akhirnya titik utamanya ketika Kepala BGN dicopot (dan tersangka). Itu menjadi indikasi yang cukup sentral untuk kita bisa menganggap bahwa MBG memang bermasalah," jelasnya.

Karena itu, BEM Unair mengambil sikap tegas dengan membuka petisi penghentian program MBG sebagai bentuk aspirasi publik.

            "BEM Unair ingin memberikan ultimatum kepada pemerintah bahwa memang MBG ini bermasalah, sehingga ya sudah kita bikin petisi untuk menghentikan MBG. Agar kita dapat tahu kira-kira seberapa banyak rakyat yang pada akhirnya aware, dan itu juga menjadi ultimatum tersendiri untuk penguasa," pungkasnya.

Tolak adanya MBG
            Senja menegaskan, sejak awal pihaknya memang menolak pelaksanaan program MBG. Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi dasar penolakan tersebut.

            "Pada akhirnya tetap sama dari awal, bahwa kami menolak adanya MBG. Jadi memang kami berniat untuk menghentikan MBG, karena berbagai macam alasan, seperti banyak sekali implementasi di lapangan MBG tidak sesuai, pembengkakan anggaran, menyerap APBN, pengadaan barang dan jasa yang memang ternyata banyak sekali mark-up, dan sebagainya," kata Senja.

            "Itu yang menjadi alasan kenapa pada akhirnya kami menolak, dan menolak adanya MBG, dan ingin MBG dihentikan," tambahnya.

Meski demikian, BEM Unair juga memberikan usulan apabila pemerintah tetap melanjutkan program tersebut. Salah satunya dengan memfokuskan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Ketika misalnya pemerintah ingin betul-betul memperhatikan gizi dari anak-anak Indonesia, kenapa tidak memfokuskan MBG itu kepada daerah-daerah 3T yang memang memerlukan adanya MBG," ujarnya.

Menurut Senja, jika tujuan utama program adalah meningkatkan gizi anak-anak, maka prioritas seharusnya diberikan kepada daerah yang benar-benar membutuhkan.

"Di perkotaan yang bahkan gizinya akan jauh lebih baik daripada makanan yang diberikan oleh BGN. Karena barangkali mereka sudah berada di keluarga yang memang cukup. Daripada mereka makan dari MBG, ya malah lebih baik mereka makan dari keluarga mereka sendiri pada akhirnya," jelasnya.

Berdasarkan data pada laman petisi online hingga Senin (8/6/2026) pukul 10.00 WIB, jumlah tanda tangan terverifikasi telah mencapai 26.727.

Senja menyebut jumlah dukungan itu terus bertambah. Bahkan sehari sebelumnya, jumlah penandatangan masih berada di kisaran 25 ribu.

Senja menyebut jumlah dukungan itu terus bertambah. Bahkan sehari sebelumnya, jumlah penandatangan masih berada di kisaran 25 ribu orang.

"Cuma dengan engagement ataupun insight di Instagram cukup banyak ya. Terakhir itu aku cek (kemarin Minggu (7/6)) sore itu 1,7 juta insight, engagement-nya," kata Senja.

Dalam petisi tersebut, BEM Unair juga menyampaikan sejumlah alasan yang mendasari tuntutan penghentian program MBG, mulai dari persoalan keamanan pangan, penggunaan anggaran hingga dugaan praktik korupsi. Mereka meminta program tersebut dihentikan sementara sampai berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan baik.

Ada Masalah Serius
Adapun penjelasan masalah dalam link petisi, yakni:
"Kami dari BEM Universitas Airlangga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menyadari betapa problematiknya Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Keprihatinan ini semakin mendalam setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, ditangkap dan kantor Badan Gizi Nasional digeledah. Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam program ini.

Puluhan ribu siswa telah mengalami keracunan akibat program ini, dan insiden kesehatan ini hanya dicatat sebagai data statistik oleh Badan Gizi Nasional dan Presiden Prabowo Subianto. Ini sangat merisaukan karena menunjukkan kurangnya perhatian pada keselamatan dan kesehatan generasi muda kita.

Lebih dari itu, ada indikasi penghamburan anggaran dalam penyediaan barang-barang yang tidak perlu dan berpotensi ada praktik korupsi di dalamnya. Alih-alih menjadi berkat, program ini menjadi beban, menguras anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak dan memiliki dampak lebih langsung pada kesejahteraan rakyat.

Kami mendesak agar Program Makan Bergizi Gratis diberhentikan sampai semua masalah yang ada dapat ditangani dengan baik. Kita harus memastikan bahwa setiap program pemerintah berjalan dengan transparansi, akuntabilitas, dan menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

Kami memohon dukungan Anda. Dengan menandatangani petisi ini, kita bisa membuat perubahan dan membangun Indonesia yang lebih baik." n sb, ec, rmc

Berita Terbaru

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Gegara Hama Ulat Hitam, Petani Bawang Merah di Nganjuk Alami Gagal Panen

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Diserang hama ulat hitam, sejumlah petani di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk bawang merah mengalami gagal panen.…

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Belasan Rumah di Banyuwangi Diterjang Puting Beliung, Kerugian Capai Rp25 Juta

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Baru-baru ini sebanyak belasan rumah di Dusun Ngadirejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi diterjang angin puting…

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Primadona Masyarakat, Warkop Jadi Salah Satu Pendorong Ekonomi Mikro

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Surabaya Menjadi salah satu kota dengan sebutan seribu warung kopi atau yang sering di kenal warkop. Usaha ini sangat banyak di…

KADIN Lamongan Resmi Dilantik, Diminta Fokus Tingkatkan SDM dengan Program Vokasi dan Kurasi

KADIN Lamongan Resmi Dilantik, Diminta Fokus Tingkatkan SDM dengan Program Vokasi dan Kurasi

Senin, 27 Jul 2026 14:27 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Lamongan resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031 di Pendopo Lokatantra …

Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Massal

Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Ranu Klakah Lumajang Mati Massal

Senin, 27 Jul 2026 14:10 WIB

Senin, 27 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Diduga dipicu cuaca ekstrem membuat ribuan ikan ditemukan mati di Danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten…

Atasi Masalah Sampah, Situbondo Siapkan Pembangunan TPS Kawasan Pesisir

Atasi Masalah Sampah, Situbondo Siapkan Pembangunan TPS Kawasan Pesisir

Senin, 27 Jul 2026 13:55 WIB

Senin, 27 Jul 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mengatasi sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, tengah mempersiapkan anggaran untuk membangun tempat…